Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jawaban Tim Pemeriksa Kesehatan Terkait Dugaan Pemalsuan Urine Bupati Ogan Ilir

KA Instalasi Patologi Klinik RSMH, Dr Phey Liana mengakui bahwa memang sedikit kesulitan membedakan antara urine dan air hasil dari tes kesehatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Sapura

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG -- Dengan pengawalan ketat oleh petugas saat melakukan tes urine, tim pemeriksa kesehatan Bupati Ogan Ilir, AW Nofiadi meyakini kecil mungkin ditukarnya hasil air seni tersebut.

Direktur Medik dan Keperawatan RSMH, Dr Alsen Arlan saat menggelar prescon di RSMH Palembang, Selasa (15/3/2016) malam, mengatakan para calon kepala daerah dikawal ketat saat melakukan tes urine.

Kemudian hasilnya langsung dibawa ke laboratorium tanpa adanya campur tangan dari pihak luar.

KA Instalasi Patologi Klinik RSMH, Dr Phey Liana mengakui bahwa memang sedikit kesulitan membedakan antara urine dan air hasil dari tes kesehatan seorang pasien.

Hal itu dikarenakan, sampai saat tidak ada alat yang dapat mendeteksi campuran urine dan air.

Tetap mereka memastikan bahwa sang pasien tidak mungkin mencampur air seni dengan air, karena dijaga ketat.

Rekomendasi Untuk Anda

Sulitnya mendeteksi air dan urine, salah satu faktor lainnya adalah banyaknya konsumsi air dari sang pasien yang menyebabkan status hidrasi.

Tim pemeriksa kesehatan meyakini hasil tes Cabup dan Cawabup saat itu tidak aman meleset.

Selain melalui tes urine, masih banyak pula serangkaian tes ketat lainnya yang menentukan hasil positif atau negatifnya pasien terindikasi mengkonsumsi narkoba. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas