Kasus Kecelakaan Prajurit vs Polwan, Kapolres: Posisi Praka Arli Tidak Menguntungkan
Ferdian memaparkan bahwa Praka Arli dalam posisi tidak menguntungkan dalam kasus kecelakaan tersebut.
Penulis: Wakos Reza Gautama
Editor: Mohamad Yoenus
Laporan Wartawan Tribun Lampung, Wakos Gautama
TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG -- Setelah mendengar pengaduan dari Komandan Batalyon Infanteri Tri Wira Eka Jaya (TWEJ) Letnan Kolonel Inf Bahtiar mengenai kasus kecelakaan Praka Arli, Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin meminta keterangan Kapolres Lampung Selatan Ajun Komisaris Besar Adi Ferdian.
Ferdian memaparkan bahwa Praka Arli dalam posisi tidak menguntungkan dalam kasus kecelakaan tersebut.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kata Ferdian, setiap pengendara dari jalan sempit menuju jalan besar harus menunggu situasi aman dan sepi.
Ferdian mengatakan, motor yang dikendarai Praka Arli tertabrak bagian depan kiri mobil polwan Brigadir Satu Neni.
"Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi-saksi, korban dalam posisi tidak menguntungkan," kata dia, Kamis (23/3/2016).
Karena itu, tutur Ferdian, pihaknya sudah menggelar gelar perkara beberapa kali yang hasilnya akan dikeluarkan surat perintah penghentian penyidikan terhadap Neni.
Mobil yang dikemudikan Neni menabrak motor yang dikendarai Praka Arli di depan markas Batalyon TWEJ, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, September 2015.
Akibat kecelakaan itu, Praka Arli meninggal dunia.
Komandan Korem 043/Garuda Hitam Kolonel Inf Joko P Putranto yang hadir di Lapangan Saburai, pun menanggapi kasus kecelakaan yang menewaskan prajuritnya, Praka Arli, anggota Kompi Bantuan Batalyon Tri Wira Eka Jaya (TWEJ).
Joko mengatakan, dirinya memang pernah meminta menunda pernikahan Briptu Neni usai kecelakaan yang menewaskan Praka Arli.
Ini dilakukan Joko karena kondisi di lingkungan prajuritnya tidak memungkinkan.
"Pada saat itu situasi tidak memungkinkan karena rasa solidaritas prajurit terhadap temannya yang ditabrak oleh Polwan," kata Joko.
Untuk meredam situasi, lanjut dia, sebaiknya Neni jangan menikah dulu.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.