Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Irman Gusman: Yang Namanya Birokrasi itu Kontraknya Seumur Hidup

Ketua DPD RI Irman Gusman, memaparkan terkait dengan tugas birokrasi yang sangat berat dalam Pilkada 2017.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPD RI Irman Gusman, memaparkan terkait dengan tugas birokrasi yang sangat berat dalam Pilkada 2017.

"Tugas birokrasi sebagai yang menjalankan birokrasi itu sangat besar, karena Bupati dan Walikota itu silih berganti, tapi kemudian, yang namanya birokrasi itu kontraknya seumur hidup," ujar Irman usai membuka Seminar Nasional di gedung Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jakarta Selatan, Rabu (20/4/2016).

Ditemui usai menjadi pembuka Seminar Nasional "Netralitas Aparatur Sipil Negara dalam Pilkada Serentak", senator asal Sumatra Barat tersebut mengharapkan kualitas dan peranan birokrasi lebih ditingkatkan.

"Oleh karena itu harapan saya, birokrasi itu harus ditingkatkan kualitasnya, lebih ditingkatkan peranannya," tuturnya.

Irman turut menanggapi isu Bupati dan Walikota yang melakukan mutasi atau pemindahan stafnya, menurutnya, tidak mudah untuk melakukan mutasi atau memindahkan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Irman menegaskan pemindahan tersebut seharusnya hanya sampai pada posisi Sekretaris Daerah (Sekda).

Rekomendasi Untuk Anda

"Tidak semudah itu Bupati dan Walikota memindahkan orang, sudah yang paling kuat itu seorang Sekda. Jadi, dia (PNS terpilih) hanya bisa menjadi Sekda mungkin," tegasnya.

Birokrasi, kata dia, merupakan elemen utama dalam menggerakkan roda pemerintahan suatu negara, apapun partainya, dan siapapun presidennya.

"Siapapun presidennya, apapun partainya, silih berganti, tapi birokrasi itu elemen utama dalam menggerakkan rodanya pemerintahan," paparnya.

Ia pun menyebutkan negara yang menjadi contoh terkait birokrasi yang sudah bekerja dengan baik.

"Ya kalo negara ini mau stabil, demokratis dan maju. Banyak contoh, Amerika, Malaysia, ya siapapun Perdana Menteri-nya birokrasinya sudah work in place dan terjalin dengan baik," tandasnya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas