Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kadispora Belitung: Banyak Anak SLTP Terlibat Porstitusi, Saya Punya Datanya

"Kami tindak menyangkal bahwa remaja mengkonsumsi komix, aibon, itu ada. Saya sangat tahu itu, tapi jangan diceritakan," ujarnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG -- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Belitung, Rafeli secara tiba-tiba mengungkapkan dugaan sejumlah pelajar SMP/SLTP terlibat prostitusi.

Ia menyampaikan hal itu setelah menanggapi tuntutan ratusan massa pendemo, terkait dugaan perilaku menyimpang serta penyalahgunaan obat dan zat adiktif.

"Ketika dulu saya jadi guru, luar biasa pelajar kita, di luar akal sehat. Tapi tidak perlu diungkap, karena masa lalu. Kondisinya banyak anak SLTP terlibat porstitusi, orang tidak tahu itu, dan saya punya datanya," ungkap Rafeli kepada Posbelitung.com, Jumat (13/5/2016).

Mantan Kepala Dinas Pendidikan ini mengaku merasa kaget tentang perilaku pemuda maupun remaja.

Sayangnya, ia enggan membeberkan perihal tersebut, lantaran dinilai olehnya sangat luar biasa dan di luar akal sehat.

Penyimpangan-penyimpangan tersebut, kata Rafeli, sangat dekat dengan penyalahgunaan narkotika.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, langkah yang bakal diambil oleh instansi ini, hanya berupa kegiatan normatif, lantaran berhubungan erat dengan mental dan spiritual.

"Kami hanya bisa membuat ini, nimbrung saja mencegah itu. Kami tindak menyangkal bahwa remaja mengkonsumsi komix, aibon, itu ada. Saya sangat tahu itu, tapi jangan diceritakan," ujarnya.

Semula, ratusan massa dari unsur KNPI, Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Mahasiswa AMB, kemarin pagi melakukan unjuk rasa.

Unjuk rasa ini berlangsung di halaman Kantor Dispora dan berlanjut melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Belitung.

Massa melakukan aksi berjalan kaki dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Anwar.

Berbagai atribut seperti spanduk, karton, dan pengeras suara menjadi bahan untuk melangsungkan aksi unjuk rasa, yang dikawal oleh puluhan aparat Kepolisian Polres Belitung.

Terdapat empat tuntutan penting, disampaikan oleh ratusan massa kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung melalui Dispora.

Poin pertama yang disampaikan, merupakan permintaan pertanggungjawaban terhadap perilaku remaja serta penyalahgunaan obat dan zat adiktif lainnya, yang telah menjadi fenomena gunung es di kalangan remaja.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas