Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Wiwin Sekeluarga Bertahan di Atap Rumah saat Diterjang Banjir Bandang

"Sama anak saya lima dan suami, kita langsung naik ke atas rumah terus ngeliat air sudah tinggi," ungkapnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus

Laporan wartawan wartakotalive.com, Alija Berlian Fani

TRIBUNNEWS.COM, GARUT -- Wiwin (32), warga RT 02/RW 13 Cimacan, Garut, Jawa Barat menceritakan kronologi kejadian pada Selasa (20/9/2016) malam, saat musibah Banjir Bandang melanda kediamannya.

"Saya sama anak-anak lagi tidur dalam rumah, kemudian tetangga pada teriak teh teh banjir dan airnya udah selantai," ujarnya kepada wartakotalive.com, Kamis (22/9/2016).

Mengetahui tinggi air meningkat, keluarga ini langsung bergegas menuju atap rumah untuk menyelamatkan diri.

"Sama anak saya lima dan suami, kita langsung naik ke atas rumah terus ngeliat air sudah tinggi," ungkapnya di depan rumahnya yang terletak kurang lebih 100 meter dari pinggir sungai Cimanuk.

Dari atap rumahnya, dia bercerita melihat ada beberapa orang tua menaruh anaknya di genteng yang kemudian hanyut bersamaan.

Dirinya berserta kelurga saat terjebak di atap sudah tidak bisa minta pertolongan siapapun, namun tidak disangka ada kenalannya yang mengunakan ban lewat rumahnya dan membantu mengevakuasi keluarganya menuju tempat aman.

Rekomendasi Untuk Anda

Simak kisahnya dalam video di atas. (*)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas