Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wakil Gubernur DKI Jakarta Dilempari Botol oleh PKL di Stasiun Beos

Pelemparan itu terjadi saat petugas mengangkut gerobak PKL yang berjualan di lahan milik PT KAI di Stasiun Beos.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata

Melihat keadaan makin memanas, Djarot mencoba masuk ke dalam kerumunan PKL yang dibakar emosi. Djarot berupaya meredakan amarah para PKL yang kebanyakan ibu-ibu.

"Sudah jangan, jangan diteruskan. Sudah berhenti," kata Djarot.

Suasana ricuh terjadi saat Djarot meninjau kawasan tersebut. Pedagang yang kebanyakan ibu-ibu terlihat menangis dan memarahi personel Satpol PP.

"Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Ingat azab Allah," kata seorang ibu histeris kepada personel Satpol PP.

Salah satu PKL mengatakan tindakan satpol PP DKI terlalu kasar dalam melakukan penertiban. Ia menyatakan, kalau diminta secara baik-baik pasti mereka akan pindah secara sukarela.

"Ini kan enggak ada pemberitahuannya. Saya sudah banyak hutang sampai Rp 5 juta di koperasi karena kena razia. Kalau disediakan tempat kami bersedia," kata seorang ibu sambil menangis keras.

Kericuhan berlangsung sekitar 30 menit. Seorang pedagang yang dianggap provokator sempat diamankan Satpol PP.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini pedagang sudah beberapa kali ditertibkan, tapi masih kembali lagi ke jalan. Padahal sudah ada tempat relokasi di Jalan Cengkeh," kata Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi.(*)

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas