Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cemburu dalam Hubungan Percintaan, Wajar Nggak Sih?

Cemburu sering kali hadir pada setiap pasangan. Beberapa orang menganggap cemburu merupakan sikap yang wajar,

Cemburu dalam Hubungan Percintaan, Wajar Nggak Sih?
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Cemburu sering kali hadir pada setiap pasangan. Beberapa orang menganggap cemburu merupakan sikap yang wajar, tapi cemburu yang berlebihan malah membuat hubungan berakhir kandas.

Cemburu lahir dari perasaan ketakutan akan kehilangan orang yang disayang. Ada pula cemburu yang lahir dari perasaan merasa insecure sehingga selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Gale Encyclopedia of Psychology menyatakan, cemburu merupakan kombinasi dari reaksi emosional yang di dalamnya terdapat perasaan takut (fear), marah (anger), dan kecemasan (anxiety). Perasaan cemburu hadir di generasi milenial yang berada pada fase bucin (budak cinta).

Sekadar informasi, perasaan cemburu gak hanya hadir dalam hubungan asmara loh, pada hubungan pertemanan cemburu bisa berbentuk berupa perasaan takut kehilangan teman terdekat, atau ditinggal sendiri oleh teman terdekatnya.

Menurut Buunk (1997) pada Family Violence Across the Lifespan mengategorikan cemburu dalam 3 jenis, yaitu reactive jealousy, anxious jealousy, dan preventive jealousy. Dari ketiga jenis ini memiliki dampak yang berbeda pada sebuah hubungan.

1. Reactive Jealousy (kecemburuan reaktif)

Merupakan perasaan cemburu yang normal, di mana kita mengetahui pasangan melakukan flirting dengan orang lain berdasarkan fakta. Sehingga kita sering meluapkan perasaan marah atas tidak berkomitmennya pasangan terhadap hubungan yang dijalani.

2. Anxious Jealousy (kecemburuan mencemaskan)

Jenis cemburu ini jika diartikan dalam bahasa gaul, yaitu perasaan negative thinking terhadap pasangan tanpa ada fakta yang jelas. Misal, jika pasangan tak menjawab pesan, maka kita berpikir bahwa ia sedang berselingkuh atau bersama dengan orang lain di luar sana.

3. Preventive Jealousy (kecemburuan posesif)

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas