Saat Bumi Terlihat Utuh dari Luar Angkasa, Intip Perjalanan Artemis II ke Bulan
Perjalanan kru Artemis II saat meninggalkan orbit Bumi dan melaju ke Bulan menyimpan begitu banyak cerita. Simak perjalanan mereka di sini
Penulis:
Yosephin Pasaribu
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA, kembali membuka babak baru eksplorasi ruang angkasa dengan mengirim manusia ke Bulan lewat misi Artemis II.
Untuk pertama kalinya, agenda ini menjadi perjalanan berawak ke Bulan sejak berakhirnya era Apollo pada 53 tahun yang lalu.
Dikutip dari situs NASA, Artemis II bertujuan untuk menguji sistem pendukung kehidupan bagi manusia di luar angkasa, sekaligus menjadi fondasi untuk kehadiran jangka panjang di Bulan dan misi lanjutan ke Mars.
Pada Rabu, 1 April 2026 pukul 18.35 setempat, roket Space Launch System (SLS) lepas landas dari Kennedy Space Center. Roket ini membawa kapsul Orion yang diawaki empat astronaut untuk menjalani misi mengelilingi bulan selama kurang lebih 10 hari.
Misi Artemis II ini dipimpin oleh NASA astronaut bernama Reid Wiseman bersama tiga kru lainnya, yaitu Victor Glover dan Christina Koch yang juga bagian dari NASA astronaut, serta astronaut asal Kanada bernama Jeremy Hansen.
Baca juga: Misi Bersejarah Artemis II Sukses, NASA Siap Kembali ke Bulan
Momen Unik dalam Perjalanan Artemis II
Saat menyaksikan perjalanan Artemis II di YouTube NASA, ada begitu banyak cuplikan yang membuat saya kagum. Salah satunya adalah inklusivitas kru yang terlibat.
Artemis II mencatat sejarah baru dalam dunia eksplorasi luar angkasa. Setelah ditelusuri, ternyata Christina Koch menjadi perempuan pertama yang terbang mengelilingi Bulan. Sementara Victor Glover menjadi astronaut berkulit hitam pertama dalam misi tersebut, mengingat 24 astronaut Apollo sebelumnya merupakan laki-laki berkulit putih.
Selama perjalanan, kru Artemis II berhasil menangkap gambar spektakuler dan terbilang langka. Setelah 50 tahun lamanya, akhirnya dunia diperlihatkan dengan foto penuh planet Bumi yang diambil dari jendela kapsul Orion.
Foto yang diambil oleh komandan Reid Wiseman pada tanggal 3 April 2026 ini memperlihatkan Bumi dalam warna biru dan coklat yang sangat kontras, lengkap dengan aurora di kutub utara dan selatan. Bahkan, cahaya yang dihasilkan dari pantulan sinar Matahari oleh debu di tata surya (zodiacal light) juga terlihat.
Semakin jauh mereka melaju, kru Artemis II pun mencatatkan sejarah baru. Pada 6 April 2026, saat Orion melintasi sisi jauh Bulan, komunikasi dengan Mission Control di NASA's Johnson Space Center di Houston sempat terputus selama sekitar 40 menit.
Di momen inilah, kru Artemis II mencetak rekor baru dengan mencatatkan jarak 252.756 mil (sekitar 406.771 km) dari Bumi. Menurut NASA, angka ini melampaui rekor Apollo 13 tahun 1970 dengan selisih lebih dari 4.000 mil (6.437 km).
Sehari setelah mengitari Bulan, kru Artemis II kembali disuguhkan dengan fenomena langka yang tak bisa dilihat dari Bumi, yaitu menyaksikan gerhana Matahari dari luar angkasa.
Dilansir dari CBS News, astronaut Victor Glover menuturkan, Bulan perlahan menutupi Matahari sepenuhnya selama hampir satu jam hingga membuat pemandangannya sulit untuk diabadikan secara utuh oleh kamera.
Baca juga: Artemis II Melaju ke Bulan, Manusia Kembali Tinggalkan Orbit Bumi Setelah 50 Tahun
Setelah menyelesaikan perjalanan mengelilingi Bulan, kapsul Orion kembali ke Bumi dan memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 24.000 mil per jam.
Gesekan dengan atmosfer membuat suhu pada pelindung panas (heat shield) mencapai sekitar 5.000 derajat Fahrenheit. Dalam fase ini, kapsul Orion juga mengalami blackout komunikasi selama beberapa menit.
Baca tanpa iklan