Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dari Dialog ke Aksi: ParagonCorp Dorong Sirkularitas Plastik di Beauty Science Tech 2026

ParagonCorp memadukan dialog lintas sektor dan teknologi lewat Paragon Empties Station di Beauty Science Tech 2026.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Dari Dialog ke Aksi: ParagonCorp Dorong Sirkularitas Plastik di Beauty Science Tech 2026
Istimewa
SIRKULARITAS PLASTIK - ParagonCorp menggelar diskusi lintas sektor dan meluncurkan Paragon Empties Station di Beauty Science Tech 2026 sebagai upaya mendorong sistem sirkular plastik berbasis kolaborasi, teknologi, dan partisipasi konsumen. 

TRIBUNNEWS.COM - Tantangan plastik kini tidak lagi dapat dipahami sebagai persoalan limbah semata. Di baliknya, terdapat perubahan gaya hidup, material baru, dan sistem pengelolaan yang belum sepenuhnya siap mengimbangi kecepatan konsumsi modern. 

Menjawab kompleksitas tersebut, ParagonCorp menghadirkan pendekatan yang menyatukan dialog lintas sektor, aksi nyata, serta inovasi teknologi dalam rangkaian Beauty Science Tech (BST) 2026.

Sebagai bagian dari BST 2026, ParagonCorp menggelar forum diskusi publik bertajuk “From Plastic Problem to Circular System: How Collaboration Turns Complexity into Impact”.  

Forum ini dimoderatori oleh Nanda Erian, Sustainability Strategy Advisor, Systemiq Indonesia, dan menghadirkan pembicara lintas perspektif yang terlibat langsung dalam pengembangan sistem sirkular plastik.

Sejak awal, forum ini tidak hadir untuk menawarkan jawaban yang sempurna, tetapi untuk mengakui bahwa tantangannya kompleks, dan selalu ada ruang untuk belajar, bergerak, dan berkolaborasi.

Forum ini menghadirkan Mike Webster, Director, Materials and Circular Economy, Systemiq Indonesia, yang membagikan perspektif global mengenai plastik sebagai tantangan sistem, berangkat dari fakta bahwa perubahan gaya hidup manusia terjadi jauh lebih cepat dibandingkan kesiapan sistem pengelolaannya. 

Dari konteks Indonesia, Ernest Christian Layman, Co-Founder & CEO Rekosistem, mengangkat realitas infrastruktur daur ulang di lapangan, termasuk keterbatasan teknis dan ekonomi yang perlu dipertimbangkan dalam membangun sistem sirkular yang realistis. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Jerhemy Owen, Environmental Content Creator, menyoroti peran konsumen serta pentingnya kesederhanaan, aksesibilitas, dan kepercayaan agar partisipasi publik dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Dalam diskusi tersebut, Mike Webster menekankan bahwa meningkatnya kesadaran publik merupakan modal penting, namun tidak akan cukup tanpa sistem yang memungkinkan orang untuk bertindak.

Baca juga: Lanjutkan 39 Tahun Kebermanfaatan, ParagonCorp Berbagi 39.000 Kebaikan di Bulan Ramadan

“The challenge we face today is not a lack of awareness, but a lag in systems,” ujar Mike Webster, Director di Systemiq Indonesia. “People are increasingly feeling a sense of urgency—when rivers carry more plastic than fish, or when landfills keep growing closer to daily life. This growing awareness reminds us that we don’t have to wait for perfect solutions to start acting. We need to move, learn, and build better systems together,” ujar Mike Webster. 

Insight dari forum ini menjadi landasan bagi Paragon untuk menghadirkan langkah berikutnya. Masih dalam rangkaian Beauty Science Tech 2026, ParagonCorp secara resmi memperkenalkan Paragon Empties Station (PES) yaitu sebuah program take-back kemasan kecantikan yang dirancang untuk memudahkan konsumen untuk  terlibat dalam sistem sirkular.

Paragon Empties Station merupakan smart drop box berbasis teknologi yang menerima berbagai jenis kemasan produk kecantikan dan perawatan diri, mulai dari plastik, kertas, kaca, dan material campuran. 

Paragon Empties Station juga menerima beauty empties dari semua brand. Pendekatan ini dirancang untuk mempermudah titik awal partisipasi konsumen, sembari tetap mendorong praktik pengelolaan kemasan yang bertanggung jawab guna mendukung proses lanjutan dalam ekosistem daur ulang.

Paragon Empties Station dikembangkan melalui proses riset dan pengujian internal, dengan pemanfaatan teknologi cerdas yang dirancang untuk mengenali keragaman kemasan produk kecantikan, yang memiliki tantangan tersendiri dari sisi bentuk, ukuran, dan material. Program ini juga terintegrasi dengan mekanisme insentif, sebagai upaya memberikan nilai tambah bagi konsumen sekaligus mendorong partisipasi berkelanjutan.

Peluncuran Paragon Empties Station di Beauty Science Tech 2026 menandai penampilan publik perdana dari inisiatif ini. BST 2026 menjadi ruang yang secara sengaja diciptakan Paragon untuk mempertemukan purpose, science, dan technology, tidak hanya sebagai konsep, tetapi sebagai pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh publik.

Paragon menegaskan bahwa Paragon Empties Station saat ini masih berada pada fase pilot, yang akan dijalankan di sejumlah kota di Indonesia. Fase ini dirancang sebagai ruang pembelajaran untuk memahami perilaku konsumen, menguji efektivitas sistem, serta menyempurnakan desain sebelum dikembangkan ke skala yang lebih luas dan inklusif.

Paragon Empties Station merupakan bagian dari perjalanan sirkularitas ParagonCorp dalam kampanye “Tumbuh Lewat Manfaat”, yang berangkat dari keyakinan bahwa pertumbuhan berkelanjutan akan mengikuti ketika sistem dirancang untuk memberikan manfaat bagi manusia, masyarakat, dan lingkungan.

Melalui Beauty Science Tech 2026, Paragon menegaskan perannya sebagai platform katalitik yang menciptakan ruang untuk berpikir bersama, bergerak bersama, dan membangun sistem yang memungkinkan setiap kontribusi, sekecil apa pun, menjadi bermakna.

Baca juga: Gandeng DMI, ParagonCorp Targetkan Penataan Suara di 1.000 Masjid

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Terkini
Atas