Para ilmuwan mendesak Pemerintah Federal Australia untuk membantu lebih banyak warga Aborijin untuk pindah kembali ke tanah adat mereka, untuk membantu meningkatkan pengelolaan beberapa lanskap dan keanekaragaman hayati paling murni di Australia.
Di perbatasan Wilayah Utara Australia-Queensland, Persemakmuran telah menyatakan dukungan terhadap jaringan terbaru dari Kawasan Lindung Aborijin (IPA), yang membentuk 40% dari Sistem Serapan Air Australia.
IPA Ganalanga Mindibirrina meliputi wilayah cekungan Sungai Nicholson, hutan hujan, padang rumput spinifex dan dataran tanah hitam seluas 11.000 km persefi, yang terletak jauh di dalam selatan Teluk Carpentaria.
Ekolog dan peneliti, Sean Kerins, dari Universitas Nasional Australia (ANU) membantu untuk menengahi kesepakatan dengan Persemakmuran bersama Dewan Tanah Utara.
Ia menyerukan Pemerintah Federal Australia untuk berbuat lebih banyak untuk melindungi daerah itu dari kebakaran, hewan liar dan gulma ketimbang komitmen yang ada saat ini, yakni mendanai lima penjaga hutan Adat.
"Begitu penting untuk mengingat bahwa pekerjaan ini dilakukan atas nama semua warga Australia dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca," kemuka Dr Sean.
Ia mengatakan, warga Aborijin begitu senang bisa bermitra dengan Pemerintah Federal Australia.
Klan yang memiliki tanah itu, dan secara tradisional hidup di atasnya -di sebuah komunitas kecil -adalah Waanyi dan Garawa.
Pemilik tanah adat Waanyi, Iris Hogan, telah terlibat dalam perjuangan panjang klan ini untuk membuat tanah mereka tercakup dalam sistem resapan air Australia.
"Orang-orang datang kembali ke tanah ini dan hari ini adalah hari yang sangat istimewa," ungkap Iris Hogan.
Selama beberapa dekade, sebagian besar komunitasnya meninggalkan tanah tersebut, karena Pemerintah Federal dan Negara Bagian mencabut dana sekolah dan program lapangan kerja lokal.
Iris Hogan tetap tinggal dan mengatakan, ia berharap agar lebih banyak keluarga akan didukung secara finansial untuk kembali dari kota-kota yang saat ini mereka tinggali, termasuk Doomadgee di Queensland, dan Borroloola dan Tennant Creek di Wilayah Utara Australia.
"Kami benar-benar berharap untuk mendapatkan pendanaan lebih sehingga kami bisa memiliki pagar dan mengurus ternak dan kebun sayur atau apapun untuk hidup di sini," pintanya.
Baca tanpa iklan