News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Australia Diminta Lebih Libatkan Warga Aborijin Kelola Tanah Adat

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Di saat warga yang berburu dan mengendalikan kebakaran hutan pindah dari wilaya itu, hewan liar-pun masuk, merusak keanekaragaman hayati dan situs suci.

Para pemilik tanah adat membuat program penjaga hitan kecil yang telah membuat beberapa perbaikan untuk keanekaragaman hayati, sejak kebakaran hutan membakar 16.000 kilometer dan peternakan sapi terdekat di awal tahun 2000-an.

Pemilik tanah adat Waanyi, Topsy Green, ingin agar hal itu diperluas untuk menawarkan kesempatan bagi perempuan muda di klan tersebut untuk membantu melindungi lubang air suci yang disumbat oleh sapi, babi dan kuda liar.

"Kami punya pemadam kebakaran, para pria, tapi kami ingin lebih banyak perempuan untuk bergabung dalam petugas pemadam, sehingga mereka bisa melindungi situs suci kami, situs perempuan," ujarnya.

Iris juga ingin lebih banyak lapangan kerja untuk menarik kaum muda jauh dari masalah yang ada di kota-kota yang mereka tinggali.

"Kami sudah kehilangan hampir setengah dari generasi kami karena bau bahan bakar, mabuk-mabukan," ungkap Iris Hogan.

"Setengah dari generasi kami terbunuh, mati karena mabuk-mabukan, dan kami ingin membawa mereka pulang sekarang di mana mereka punya pikiran waras dan hidup dengan tradisi serta menghormati budaya dan para sesepuh," jelasnya.

Sejumlah perempuan muda Waanyi dan Garawa yang kembali ke daerah itu untuk perayaan deklarasi diberi kesempatan untuk terlibat dalam studi keanekaragaman hayati yang dijalankan oleh ANU dan Universitas Charles Darwin.

IPA (kawasan lindung) Ganalanga Mindibirrina mencakup 11.000 km persegi.

ABC; Jane Bardon

Cucu Topsy, Kaitlyn Green, mengatakan, terlibat dalam penangkapan dan identifikasi kadal telah membuka matanya terhadap keindahan kampung halaman keluarganya dan hewan-hewan aslinya.

"Ketika saya kembali ke rumah, saya tak terlalu tertarik pada kadal tapi saya telah menemukan kadal yang sangat berbeda di sini, yang belum pernah saya lihat sebelumnya," aku Kaitlyn.

"Saya ingin memiliki pekerjaan penuh-waktu untuk melakukan hal ini, saya benar-benar menyukainya," sambungnya.

Ekologi Terry Mahney dari Universitas Charles Darwin mengatakan, lebih banyak survei diperlukan untuk memetakan populasi spesies terancam dan rentan di daerah itu, serta program manajemen desain untuk mereka.

"Ada berbagai spesies yang terancam, yang bisa berada di sini termasuk Carpentaria burung, tikus batu Carpentaria," sebutnya.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterjemahkan: 17:30 WIB 13/07/2016 oleh Nurina Savitri.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini