Seorang pria asal Perth yang identitasnya digunakan untuk membuat akun telepon seluler palsu di Telstra mempertanyakan mengapa pemeriksaan identitas yang lebih ketat tidak dilakukan oleh operator tersebut.
Beau Gellard menyadari akun palsu itu pada pekan ini setelah ibunya memberi tahunya bahwa tagihan telepon seluler yang dikirimkan kepadanya telah sampai di rumah sang ibu.
"Ibu saya tinggal di Bunbury (Australia Barat) dan saya tidak lagi tinggal di sana selama 10 tahun," ujarnya.
Gellard langsung tahu ada yang tidak beres -ia tak berlangganan dengan Telstra, dan ia baru saja diberitahu bahwa skor kredit [riwayat keuangan di sejumlah institusi]-nya telah berubah.
"Saya tak tahu bahwa saya telah melakukan aktivitas yang merubah skor kredit," akunya.
Detil SIM dan asuransi acak
Gellard mengatakan bahwa ia telah menghabiskan waktu berjam-jam mencoba agar akun itu ditutup dan skor kreditnya dipulihkan.
"Saya menelepon setidaknya dua jam dan dipindahkan ke lima orang yang berbeda," ujarnya.
Ia menuturkan, "Orang terakhir yang saya ajak bicara menyuruh saya pergi ke gerai Telstra terdekat dan membawa kartu identitas saya dan mereka bisa melakukan sesuatu untuk hal itu.”
"Saya pergi ke toko lokal dan mereka bilang bahwa saya harus menghubungi nomor tagihannya."
Akhirnya Gellard menemukan bahwa akun itu telah dibuat secara daring, menggunakan namanya, tanggal lahir dan alamat ibunya.
Pembuat akun itu telah memberikan nomor SIM dan rincian kartu asuransi kesehatan Medicare, tapi tak cocok dengan identitas Gellard.
"Ini sangat memprihatinkan," ungkapnya.
"Kapan pun Anda mengajukan produk secara daring, Anda mendapatkan rasa aman yang palsu saat Anda memasukkan identitas SIM atau paspor Anda ke situs web yang Anda rasa aman, namun jelas hal itu tak terjadi dalam kasus ini.”
"Menurut Telstra, orang tersebut memberi nomor SIM dan nomor Medicare acak ke internet dan mereka diterima sebagai milik saya."
Khawatir akan skor kredit
Telstra sekarang telah menangguhkan akun itu.
Baca tanpa iklan