Pada tahun 2012 ini, penguatan pada bisnis Data Analytics akan mencakup penyediaan informasi yang ter-cluster dalam hal penyediaan telecommunication competition landscape, menjadi lembaga survey berbasis tele-survey dengan dukungan teknologi Computer-assisted telephone interviewing (CATI), maupun field survey dan terakhir dapat mendukung cross selling dan up-selling product/services.
Di portofolio Printing and Publishing, Infomedia yang sebelumnya menggarap pasar enterprise, di tahun 2012 ini mulai masuk ke pasar retail dengan mengembangkan retail store printing dengan dukungan perangkat digital printing dan offset printing.
Menyikapi ketatnya kompetisi bisnis informasi di tahun 2012, Infomedia menerapkan beberapa strategi efisiensi antara lain: perbaikan cost structure yang berkaitan dengan pengelolaan bisnis, streamlining business process, metode kerja dan pengukuran kinerja (Service Level Guarantee internal dan eksternal). Selain itu Infomedia juga melakukan optimalisasi aset untuk bisa di utilisasi dengan tetap mempertimbangkan standby capacity untuk menangkap peluang bisnis memerlukan percepatan sesuai permintaan dari customer.
Efisiensi juga dilakukan melalui peningkatan strategi aliansi kerjasama bisnis sehingga terjadi sharing cost dan resiko bisnis, di samping juga terus meningkatkan sinergi dengan Telkom Group dalam penggunaan resources yang mendukung program-program efisiensi.
Seiring penguatan portofolio bisnis tersebut, Infomedia menyediakan anggaran belanja CAPEX pada tahun 2012 sebesar Rp 100 Miliar yang dominan berasal dari sumber pendanaan internal kas perusahaan, yang akan dipergunakan untuk mendukung ekspansi bisnis Infomedia kedepan melalui strategi organik, maupun anorganik (akuisisi, merger dll.) yang akan membuka peluang pasar bagi pengembangan bisnis-bisnis baru Infomedia.
Baca tanpa iklan