“Di DPR sudah masuk RUU Pengendalian Tembakau, tapi bukan prioritas, sehingga belum bisa dibahas DPR,” teranngnya.
Rieke juga menilai, ada kepentingan asing dalam industri rokok. Mereka ingin menghancurkan industri rokok nasional, sehingga bisa menjadikan Indonesia sebagai konsumen rokok.
“Saat ini industri tembakau kita sangat bagus. Asing tidak senang. Mereka lebih senang kalau kita jadi konsumen, dan tempatnya buruh dengan upah murah,” tudingnya. (*)
BACA JUGA
Baca tanpa iklan