News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dari Kampung Komik Ardian Syaf Menembus Dunia

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lazuardi Birru Luncurkan Komik tentang Anti-Terorisme

TRIBUNNEWS. COM,TULUNGAGUNG- Sekilas Ardian Syaf hanyalah pemuda biasa, yang hidup di sebuah kampung yang sepi. Namun pemuda kampung ini mengukir prestasi luar bisa, sebagai komikus pertama dari Indonesia yang dikontrak eksklusif oleh DC Comics yang berkedudukan di Amerika Serikat. Komiknya tentang Batman dan Robin serta Superman beredar luas hingga ke seluruh dunia.

Sebuah rumah di RT1/RW1 Dusun Ngipik, Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan nampak penuh dengan anak-anak kecil yang bermain di halamannya yang luas. Kondisi tersebut yang sedikit membedakan dengan ruman sekitarnya, yang nampak sepi. Mereka bermain petak umbet, ada pula yang berlarian ke sana ke mari.

Menjelang sore, seorang pemuda keluar dari dalam rumah sambil membawa segepok buku di tangannya. Dialah Ardian Syaf, si pemilik rumah. Anak-anak tersebut sejurus kemudian berlarian ke arah Ardian dan berebut buku dari tangannya, lalu duduk di lantai serambi rumah.

Buku-buku tersebut ternyata komik yang berisi kisah Batman and Robin, dan Superman karyanya sendiri yang dikirim langsung oleh DC Comics Amerika.

“Satu-satu, tidak usah berebut ya. Yang tidak kebagian gabung dengan yang lainnya,” katanya dengan sabar.

Dengan setia Ardian menunggui anak-anak tersebut, baik yang membaca maupun sekedar melihat-lihat gambarnya yang indah. Sementara di ruang tengah, nampak sebuah meja gambar dengan sebuah kertas yang memperlihatkan karakter Batman.  Sementara di sampingnya nampak beberapa kertas ukuran A3 yang sudah selesai digambar.

Sebuah naskah yang dikirim DC Comics nampak di sisi kertas gambar, menjadi patokan ayah dari Fahrial Lutfi Rahardian (5) dalam melukis.

“Setiap hari ya seperti ini kegiatan saya. Melukis, menuntaskan pesanan komik dari DC (Comics),” ujarnya.

Ardian adalah putra ke-3 dari 3 bersaudara pasangan almarhum Tansir AS dan Maslihah (52). Ardian menceritakan, kegemarannya melukis sudah dimula sejak masih kecil. Sebelum Taman Kanak-kanak, Ardian kecil kerap melukis di tembok rumah.

Ardian mengaku sangat beruntung mempunyai orang tua yang sabar, sehingga hobinya tersebut merusak keindahan rumah. Bahkan sang ayah yang juga seorang sasatrawan Jawa memberikan arahan pada hobinya tersebut. Mulai SD, Ardian mulai gemar melukis imajinasinya menganai karakter prajurit kerajaan, utamanya Majapahit.

Hal ini berkat pengaruh sang ayah yang kerap bercerita tentang dongeng-dongeng Jawa.

“Pertama kali saya senang menggambar karakter prajurit Majapahit, karena pengaruh ayah yang gemar bercerita sejarah Tanah Jawa. Dari situ kegemaran saya melukis terus terasah,” katanya.

Namun ketika itu Ardian belum menggemari buku cerita bergambar atau komik. Semasa SD, ayahnya membelikan majalah anak-anak BOBO dan mengisi teka-teki silang di dalamnya. Ardian menjadi salah satu pemenangnya dan berhak atas sebuah komik terbitan Gramedia. Komik pertama itulah yang membuatnya mulai terpesona dan memantik minatnya untuk membuat komik.

Lagi-lagi bakat dan minatnya tersebut mendapat dukungan sang ayah. Setiap kali pergi keluar kota, almarhum Tansir membelikan komik-komik bekas dari toko buku loakan. Bukan hanya mengikuti jalannya cerita, Ardian kecil juga memperhatikan setiap detail gambar di setiap karakter.

“Sampai sekarang komik-komik bekas yang dibelikan bapak masih saya simpan. Bagi saya itu yang menjadi inspirasi waktu masih anak-anak dulu,” kenangnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini