News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sektor Konstruksi Jatim Tumbuh

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pertumbuhan pembangunan infrastruktur dipastikan berlaku di Jatim dibandingkan tahun 2012. Meski demikian besaran nilai proyek yang akan diterima masing-masing kontraktor, dinilai masih akan tetap kecil.

Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Jatim, Gatut Prasetyo menyatakan pertumbuhan sisi infrastruktur Jatim akan jauh lebih baik dibandingkan tahun 2012. Ia mengukur, pertumbuhan di tahun 2013 itu dari tingginya nilai investasi di Jatim yang mencapai Rp 170 triliun. “Dari total investasi yang masuk itu, biasanya kira-kira 20 persennya digunakan sebagai investasi di bidang infrastrukstur, ini berarti ada sekitar Rp 30 triliun untuk bidang infrastruktur,” ujar Gatut.

Dari perhitungan sumber investasi yang bergulir, ia menggambarkan pembiayaan dari Pemprov Jatim biasanya mencapai Rp 7 triliun atau Rp 8 triliun. Pembiayaan dari Pemda, dari 38 kabupaten/kota se Jatim juga mencapai Rp  8 triliun. Dengan estimasi Rp 30 triliun untuk bidang infrastruktur dan konstruksi, maka pembiayaan swasta sekitar Rp 15 triliun.

Mantan Ketua REI Jatim ini menyebut, pembangunan di bidang real estate menjadi salah satu bidang konstruksi yang paling banyak dikerjakan tahun ini dan akan terus meningkat tahun 2013. Sektor property masih akan berjalan bagus, karena suku bunga bank makin rendah dan harga property semakin kompetitif. “Paling banyak masih untuk apartemen, hotel dan pabrik, sisanya untuk proyek-proyek penunjang infrastruktur,” terang Gatut.

Meski nilai dan gambaran pertumbuhan sektor konstruksi akan meningkat di tahun 2013, Gapeksindo juga melihat nilai kontrak yang bisa diterima oleh para kontraktor, khususnya para kontraktor kecil tidak akan jauh meningkat atau tetap kecil.

“Sekarang ada sekitar 10.000 kontraktor di Jatim, bayangkan saja berapa besar nilai proyek rata-rata kalau Rp 30 triliun dibagi uutuk para kontraktor,” tambah Gatut.

Ia berharap, pemerintah daerah memberi peluang bagi para kontraktor kecil lokal untuk proyek-proyek tetrtentu yang sesuai supaya potensi kontraktor lokal setempat juga bisa ikut tumbuh.
(Surya/Dyan Rekohadi)

Baca juga:


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini