News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rupiah Diperkirakan Terpuruk ke Rp 9.700-9.720/Dolar AS

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKATA -- Pada hari Senin (18/3/2013) rupiah ditutup melemah ke level Rp 9.712/9.715 per dolar AS setelah sebelumnya pada hari Jumat (15/03/2013) nilai mata uang Megeri Paman Sam ditutup dilevel Rp 9.703-9.707/dolar AS. Bahkan rupiah sempat berada di level Rp 9.723 pada Senin.

Pengamat Valas, Rahadyo Anggoro Widagdo mengatakan, untuk perdagangan rupiah pada Selasa (19/3/2013)  akan masih sedikit melemah dan diprediksi di level Rp 9.700- 9.720/dolar AS.

Kondisi ini dipengaruhi oleh masih berlanjutnya krisis di Eropa seperti yang terjadi di Cyprus. Cyprus berencana mengeluarkan program Bailout dengan salah satu kebijakan yang harus dijalani oleh pemerintah Cyprus adalah mengenakan pajak terhadap dana yang disimpan di sektor perbankan, setinggi 9,9 persen untuk dana di atas EUR 100.000 dan 6,75 persen untuk dana dengan jumlah total di bawah EUR 100.000.

Rencana ini membuat para investor kembali cemas terhadap prospek stabilisasi di Eurozone. Parlemen Cyprus pun akan memungut suara untuk memberikan persetujuan mengenai kebijakan baru dari Troika ini.

Moody’s juga menyatakan bahwa pajak yang akan dikenakan kepada bank deposit ini merupakan satu faktor yang negatif terhadap prospek credit rating sektor perbankan di Eurozone.

Kondisi ini ditambah tingginya risiko bahwa Spanyol, Italia, Portugal dan Prancis tak akan mampu melaksanakan reformasi yang diperlukan, di tengah penolakan pengangguran terhadap rencana penghematan anggaran. Tingginya angka pengangguran di Spanyol, Italia dan Spanyol bisa menjadi ledakan social.

Adapun Dow Jones mengalami pelemahan -0,17 persen, begitu juga dengan S&P -0,16 persen dan Nasdaq -0,30 persen. Fokus utama di market pada hari ini berpusat di data-data inflasi dari AS dan Eurozone dan juga indeks kepercayaan konsumen yang disusun oleh University of Michigan.

Tekanan dari indonesia terdapat pada Penutupan Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (18/3/2013) yang ditutup melemah 16,50 poin atau 0,34 persen ke level 4.802,83. Investor asing mengalami net buy Rp17,8 miliar.

Dengan fakta-fakta diatas penguatan Dollar AS masih akan berlanjut. Namun ada kekhawatiran tembahan mengenai prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi tidak akan mencapai target yang telah ditetapkan di APBN.

Seperti ditegaskan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengakui bahwa target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan dalam APBN 2013 sebesar 6,8 persen memang sulit dicapai. Jika ini terjadi maka pelemahan rupiah akan kembali lagi.

Bank Dunia juga memproyeksikan meski pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup kokoh dibanding dengan negara berkembang lainnya, dalam perkembangan triwulanan perekonomian tahun ini, menunjukkan adanya tekanan kebijakan dan ekonomi yang membuat target pertumbuhan pemerintah RI bakal meleset jauh.

Baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini