News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jakarta Semakin Disesaki Apartemen

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja membersihkan atap kaca sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan, Senin (20/5/2013). Beberapa waktu lalu, Bank Dunia mengingatkan tentang kemungkinan terjadinya gelembung properti di Indonesia, yaitu situasi di mana harga melesat tak terkendali, kemudian tiba-tiba jatuh, sehingga membuat kredit macet dan menimbulkan kekacauan perekonomian seperti pada 1997.

Meski permintaan hunian apartemen terus bertambah, bukan berarti segmen perumahan tidak dilirik. Menurut Rudy, segmen perumahan tetap memiliki pasar tersendiri, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.

"Segmen perumahan tetap ada. Tapi, konsumen kalangan menengah ke atas, kecenderungannya akan memilih tingal di apartemen, karena harga rumah di Jakarta sudah mencapai minimal Rp 1 miliar," urainya.

Terkait rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Rudy menyebut hal itu akan berdampak pada kenaikan harga properti.

"Kenaikan harga BBM pasti akan ada adjustment ke harga properti. Kenaikannya minimal 10 persen," ucapnya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini