News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gejolak Ekonomi Global Hambat Laju Ekonomi Indonesia

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Melompatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai sentimen pencalonan Joko Widodo (Jokowi) memancing pemodal untuk mengambil untung. Aksi ini ditunggangi oleh sikap investor yang mulai rasional dengan kondisi ekonomi global dan regional. Padahal jika melihat transaksi perdagangan saham, pemodal asing justru tengah berduyun-duyung berburu saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Asing mencetak aksi beli hingga Rp 5,7 triliun. Pada penutupan perdagangan saham, Senin (17/3/2014), IHSG yang bergerak liar di sesi perdagangan pertama akhirnya tergelincir masuk zona merah. IHSG terpangkas tipis 2,45 poin (0,05%) dan bertahan di level 4.876,18. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Arif wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pencapaian pertumbuhan ekonomi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebesar lima persen disebabkan pengaruh gejolak perekonomian global.

"Ada pelambatan perekonomian global, makanya ada gejolak untuk tahun ini. Namun rasanya sudah selesai gejolak perekonomiannya pada tahun depan," ujar Hidayat di Jakarta, Jumat (15/08/2014).

Pelambatan ekonomi global dipengaruhi kebijakan taperring off yang terjadi di AS akibat krisis keuangan. Kebijakan yang menimpa sejumlah negara Eropa dan AS ini menyebabkan seretnya likuiditas dan berdampak pertumbuhan ekonomi sejumlah negara seperti China melambat.

Pengaruh eksternal juga ditopang oleh tekanan domestik. Seperti regulasi yang tidak tegas terhadap produksi dalam negeri. Sehingga perekonomian harus melambat karena tidak adanya daya saing mumpuni terhadap produk asing baik untuk dalam dan luar negeri.

"Mungkin regulasi dan aturannya harus efisien dan secara tegas mengatur keberpihakan kepada industri nasional melalui produksi dalam negeri," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini