Dengan demikian, bisa mengurangi kemacetan karena volume kendaraan yang melintas Jabodetabek akan menurun, sehingga bisa mengurangi konsumsi BBM bersubsidi.
Pergeseran lokasi tersebut juga salah satunya dipicu oleh desakan Pertamina yang menilai kegiatan pelabuhan akan mengganggu operasi migas PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ) yang pipa serta sumur migas yang berada di wilayah lokasi tersebut.
Menurut hasil kajian JICA, total investasi pelabuhan di wilayah Utara Jawa Barat tersebut diperkirakan mencapai Rp 34,5 triliun dengan prakiraan pembangunan dimulai pada 2016 dengan rincian pengerjaan tahap I ditaksir, sekitar Rp 23,9 triliun dan tahap II Rp 10,6 triliun. (Juwita Trisna Rahayu)
Baca tanpa iklan