Sementara terkait realisasi produksi di 2015, Rony Gunawan mengatakan produksi migas Pertamina EP pada 2015 memang belum mencapai target yang ditetapkan dalam RKAP. Faktor harga minyak dunia yang masih melemah menjadi alasan utama, ditambah lagi, kondisi sumur minyak Pertamina yang mayoritas sudah berusia tua serta kondisi geografis Indonesia, dimana lapangan Pertamina EP tidak berada di satu lokasi, tetapi tersebar di 50 kabupaten dan 14 provinsi di Indonesia.
Pada 2015, produksi minyak Pertamina EP sebesar 100.555 barel per hari (bph) atau 87 persen dari target 115.100 bph. Sementara produksi gas terealisasi sebesar 1,015 MMSCFD atau 97 persen dari target sebesar 1,052 MMSCFD. Sementara untuk 2016, target produksi minyak Pertamina EP sebesar 103 ribu bph dan target produksi gas sebesar 1.064 MMSCFD.
Baca tanpa iklan