TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski rumah tercatat sebagai properti yang paling ingin dimiliki, para konsumen ternyata memiliki minat tinggi terhadap tanah dan ruko daripada apartemen.
Tingginya minat terhadap tanah tak terbatas pada tanah pribadi, karena tanah industri dan komersial juga mengundang minat yang tinggi.
Sementara rumah dengan harga di bawah Rp 500 Juta tetap menjadi primadona, termasuk rumah subsidi.
Data ini berdasarkan analisis perilaku pengunjung Rumah.com yang didatangi 2 juta pengunjung dengan total 13,5 juta pageviews setiap bulan dan lebih dari 370.000 properti, seperti rumah, tanah, ruko dan apartemen.
“Bagi masyarakat Indonesia, rumah tapak dianggap memiliki keuntungan investasi jangka panjang daripada apartemen karena beragam alasan, misalnya kenyamanan untuk ditinggali bersama keluarga dengan pekarangan, garasi dan taman, serta kemungkinan untuk diperluas secara horisontal maupun vertikal," kata Wasudewan, Country Manager Rumah.com, Selasa (21/6/2016).
Meskipun lokasi apartemen umumnya berada di area super strategis dan fasilitas lengkap, kata dia pilihan memiliki hunian ini belum bisa menggeser rumah dari prioritas utama,
Dengan waktu tempuh yang dapat diperhitungkan memanfaatkan transportasi publik, seperti commuter line, wilayah pinggiran kota pun menjadi pilihan hunian bagi pencari properti.
Ukuran rumah yang paling banyak diminati adalah ukuran 40-80 meter persegi.
Dibanding apartemen, minat terhadap ruko ternyata lebih besar seiring ekonomi yang terus menggeliat di area-area strategis.
Minat terhadap tanah juga tak kalah tinggi, bahkan lebih tinggi dari apartemen. Pasalnya, harga investasi tanah selalu merangkak naik setiap tahun.
Pemilik tanah pun tidak membutuhkan biaya ekstra untuk perawatan dan asuransi.
Menurut data Rumah.com, peminat tanah pribadi sebesar 7,52% dari seluruh total pencarian. Angka ini sedikit lebih kecil dari tanah komersial (7,54%) yang merupakan properti untuk tujuan residensial maupun ruko. Sementara pencarian tanah industri yang melibatkan para pemburu properti untuk kebutuhan pergudangan dan pabrik, jumlahnya 7,43%.
“Properti adalah investasi penting dalam hidup. Dan pencarian properti secara online memungkinkan konsumen untuk memastikan bahwa dana yang akan mereka keluarkan sesuai dengan properti yang akan mereka dapatkan," katanya.