Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengajak masyarakat untuk tidak menaruh kecurigaan berlebihan terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
Dia menantangpara pengkritiknya untuk membaca lebih dulu draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja sebelum kemudian berdebat.
"Kalau sudah disertai dengan kecurigaan yang berlebihan sebelum membaca, itu yang mungkin tidak bagus. Baca dulu, baru berdebat," kata Mahfud MD di Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020).
Menurut Mahfud, masih ada waktu untuk mendiskusikan draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Meski dianggap buruk, menurutnya masih ada jalan untuk mengubah draft RUU tersebut.
"Orang berpikir, mari diskusi, saya setuju saja dengan orang yang mengatakan itu UU omnibus law itu jelek, ya enggak papa, maka diperbaiki, mumpung ini masih dibahas," tutur Mahfud.
Seperti diketahui, RUU Omnibus Law Cipta Kerja mendapat penolakan dari sejumlah pihak.
Sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat sipil di Yogyakarta bahkan menggelar aksi bertajuk " Gejayan Memanggil Lagi" untuk menolak omnibus law RUU Cipta Kerja.
Kritikan SBY
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Jawa Barat, Kamis (5/3/2020) malam.
Wakil Ketua Umum Syarief Hasan mengatakan, pertemuan tersebut merupakan silahturahmi antar pimpinan partai politik dan turut memaparkan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.
"Kan Cipta Kerja banyak penolakan, jadi harus ada penjelasan resmi dan komprehensif kepada fraksi Partai Demokrat," tutur Syarief di komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (6/3/2020).
Hasil pertemuan tersebut, kata Syarief, SBY menginginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ataupun menterinya menjelaskan secara utuh RUU Cipta Kerja kepada masyarakat.
"Jadi secara gamblang dijelaskan agar semua pihak bisa mengerti. Kalau rakyat mengerti dan memang betul berpihak kepada rakyat, tentu Demokrat akan mendukung," ujar Syarief.