"Ini akan menjadi pengungkit dan benchmark, baik dari segi produk, inovasi, akses masyarakat, SDM dam menjadi role model, bahkan bukan hanya di Indonesia tapi juga level regional dan global," kata Wimboh.
Hingga akhir 2020, pembiayaan Bank Umum Syariah di Indonesia tumbuh 9,5 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Angka ini jauh di atas pertumbuhan pembiayaan industri perbankan nasional di level minus 2,41 persen.
Pertumbuhan ini ditopang ketahanan yang cukup baik, dengan rasio CAR sebesar 21,59 persen, NPF Gross 3,13 persen dan FDR 76,35 persen.
"Indikator-indikator ini memberikan kepercayaan bahwa kita akan lebih bagus di 2021," tegas Wimboh.
Baca tanpa iklan