Berdasarkan laporan keuangan, pada periode Januari hingga kuartal III-2020 ini,FAST membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp 298,34 miliar, berbanding terbalik dari September 2019 yang mencatat laba bersih sebesar Rp 175,70 miliar.
Kerugian tersebut seiring dengan pendapatanFAST yang menurun 28,47% secara tahunan menjadi hanya Rp 3,59 triliun dari September 2019 yakni sebesar Rp 5,01 triliun.
Pendapatan terbesar FAST masih didominasi penjualan makanan dan minuman kepada pihak ketiga yang berkontribusi sebesar Rp 3,54 triliun, turun dari sebelumnya Rp 4,94 triliun.
Lalu diikuti dengan penjualan konsinyasi CD sebesar Rp 41,50 miliar hingga akhir kuartal ketiga 2020 dari sebelumnya Rp 68,83 miliar.
Artikel ini tayang di Kontan dengan judul FAST punya tagihan Rp 75 miliar ke Bakrie dengan jaminan saham BRMS
Baca tanpa iklan