"Pengurangan jumlah SDM juga merupakan langkah turnaround yang dilakukan banyak maskapai lainnya. Langkah ini menurut saya relevan dengan upaya membuat cost structure yang lebih ramping buat GIAA," ujar Toto.
Ia menyebutkan, selama kegiatan manusia terbatas, bisnis Garuda Indonesia akan tetap dalam posisi yang negatif.
"Saya kira dengan masih terbatasnya pergerakan manusia, kerugian GIAA memang akan cukup besar," pungkasnya.
Baca tanpa iklan