News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengamat: Pertamina Harus Jadi Garda Terdepan Agenda Mitigasi Perubahan Iklim

Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ekonom Bhima Yudhistira

Laporan Wartawan Tribunnews, Malvyandie Haryadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira berpendapat, sudah selayaknya Pertamina menjadi penggerak agenda mitigasi perubahan iklim.

Penilaian disampaikan, terkait sikap BUMN tersebut, yang berkomitmen penuh dalam penerapan aspek Environmental, Social & Governance (ESG).

Termasuk yang dilakukan antara lain dengan memperbanyak model inovasi bisnis.

“Sebagai BUMN energi, Pertamina harus menjadi garda terdepan dalam perubahan iklim,” kata Bhima di Jakarta hari ini.

Dalam kaitan itulah, imbuh Bhima, Pertamina bisa memulai dari pengembangan bisnis energi baru terbarukan (EBT).

Baca juga: BNBR Perkuat Bisnis Elektrifikasi dan Energi Terbarukan

Dengan lebih fokus pada EBT, lanjutnya, diharapkan sektor tersebut lebih berkontribusi dalam meningkatkan kinerja keuangan Pertamina.

“Pengembangan EBT bisa menjadikan porsi pendapatan dari bisnis itu cukup dominan,” kata Bhima.

Baca juga: Butuh Dana Rp 429 Triliun untuk Transisi PLTU Batubara ke Energi Terbarukan

Di sisi lain, Bhima berharap, Pemerintah juga bisa memberi dukungan kepada BUMN yang memang fokus dalam penerapan ESG.

“Dalam hal ini, Pemerintah bisa mengalokasikan pajak karbon dan berbagai intensif perpajakan kepada BUMN yang konsisten melakukan perubahan bisnis ke arah zero emmissions,” paparnya.
 
Bhima juga mendukung upaya BUMN dalam memperbanyak model inovasi bisnis, termasuk perubahan operasional perusahaan dengan bahan baku yang ramah lingkungan.

Baca juga: Pertamina Targetkan Pertumbuhan Produksi Energi Terbarukan Hingga 1,1 Gigawatt

Perubahan tersebut, menurut Bhima merupakan langkah nyata BUMN dalam mengikuti standar ESG.

“Perubahan operasional perusahaan dengan bahan baku yang ramah lingkungan, penggunaan administrasi paperless, serta mengikuti standar ESG yang lebih tinggi merupakan langkah nyata BUMN,” terang Bhima.

Sedangkan terkait inovasi bisnis seperti yang dilakukan Pertamina, menurut Bhima memang sudah seharusnya dilakukan.

Menurutnya, bisnis harus inovatif dan bisa mengadopsi teknologi terbaru yang semakin hemat energi dan efisien.

“Setiap penghematan di rantai pasok akan memberikan keuntungan bagi perusahaan serta terciptanya kepercayaan dari  konsumen maupun investor. Dalam jangka panjang, ESG akan mendorong inovasi ke arah digital yang masif di seluruh operasional usaha,” papar Bhima.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini