Gema menyebut, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini memiliki potensi untuk menguji kembali area support danmembentuk secondary reaction.
"Secara indikator momentum yang mengarah ke bawah pada area jenuh beli (overbought), hal ini mengindikasikan bahwa dolar AS atau rupiah berpotensi untukterjadinya pelemahan ke area support Rp 14.710 sebelum kembali menguat untuk mengisi area gap pada area Rp 16.200," ujarnya.
Gema pun menyarankan trader untuk menghadapi kondisi tersebut dengan mengambil beberapa langkah, seperti mulai menambung dolar AS.
"Lalu, carilah saham yang diuntungkan dengan pelemahan rupiah. Kemudian, hindari saham-saham yang dirugikan dengan pelemahan rupiah," kata Gema.
Baca tanpa iklan