Dalam kesempatan sama, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengakui dunia sedang mengalami fracture economy, di mana banyak negara lebih melihat kepentingan ekonomi dalam negerinya dibanding menjalin kerja sama multilateral, serta globalisasi mundur pasca pandemi Covid-19.
Untuk menggenjot ekspor, lanjutnya, pemerintah bisa memanfaatkan kondisi tersebut dengan menjalin kerja sama bilateral atau bersinergi dengan beberapa negara.
"Saya pikir ini kesempatan sangat baik untuk membangun hubungan bilateral, tidak perlu jauh-jauh, ada Vietnam, Filipina, Malaysia yang memuji-muji Indonesia. Itu bisa menjadi momentum kita bisa penetrasi ekspor produk-produk industri ataupun produk hilirisasi," pungkasnya.
Baca tanpa iklan