TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri properti tanah air pada akhir 2022 mengalami siklus stagnasi, seiring kenaikan suku bunga hingga banyaknya kebutuhan masyarakat di penghujung tahun.
Country Manager Rumah.com Marine Novita, mengungkapkan berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Report Q1 2023 pada akhir tahun 2022 industri properti mengalami stagnasi baik dari sisi indeks harga maupun indeks suplai, serta penurunan permintaan.
"Rumah.com Indonesia Property Market Report Q1 2023 menunjukkan kenaikan tipis sebesar 1 persen pada indeks harga secara kuartalan di pada kuartal keempat 2022,” kata Marine dikutip dari Kompas.com, Senin (27/2/2023).
Baca juga: Belajar dari Kasus Meikarta, Ini Saran Konsultan Properti untuk Calon Pembeli Apartemen
Menurutnya, sementara itu, kenaikan sangat tipis sebesar 0,3 persen secara kuartalan pada indeks suplai.
Namun, indeks permintaan pasar secara nasional turun sebesar 40,4 persen secara kuartalan.
Marine menjelaskan bahwa stagnasi yang terlihat pada indeks harga, suplai, serta tren negatif pada indeks permintaan secara nasional diperkirakan sebagai tren tahunan.
Di samping itu, penyebab lainnya karena adanya tren kenaikan suku bunga dan tidak lepas dari kondisi makro ekonomi secara global.
Biasanya di akhir tahun pengeluaran masyarakat lebih banyak pada hal konsumtif dari pada berinvestasi untuk membeli properti baru.
“Masyarakat lebih memprioritaskan keuangan untuk merayakan natal dan tahun baru serta liburan bersama keluarga. Ini menjadi penyebab turunnya minat terhadap pasar properti pada kuartal keempat 2022,” tandas Marine.
Data Rumah.com Indonesia Property Market Report merupakan hasil analisis DataSense by PropertyGuru for Business dari 700.000 listing properti dari seluruh Indonesia dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya. (Masya Famely Ruhulessin/Kompas.com)