Hal ini dikarenakan, besaran bunga pinjol tak seberapa jika dibandingkan dengan pendapatan para pelaku UMKM per bulannya.
"Sebenarnya yang kecil-kecil (pelaku UMKM) itu sebenarnya enggak merasa gede banget (bunga pinjamannya)," papar Entjik.
"Karena banyak seperti penjual bakso atau nasi uduk yang butuh cuma Rp1 juta atau Rp2 juta per bulan, itu sebenarnya kalau dibanding keuntungannya 1 bulan itu jauh," pungkasnya.
Baca tanpa iklan