Saat ini, harga BBM masih ditahan oleh pemerintah, terutama harga BBM yang ditahan sampai Juni dengan pertimbangan pemerintah karena kondisi yang masih baru pulih (Covid) sehingga tidak membebankan masyarakat.
"Ya Juni, nanti sebelum itu kami akan evaluasi dulu. Sebelum Juni seharusnya ada bahasan kalau memang perkembangan situasi [geopolitik] makin tidak mendukung," kata Arifin ditemui di Kantor Ditjen Migas, Jakarta, Jumat (19/4).
Dia menuturkan, penyaluran BBM dan LPG subsidi harus ditertibkan lantaran kurang tepat sasaran, banyak orang dengan ekonomi yang baik menggunakan BBM dan LPG subsidi.
Baca tanpa iklan