News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kompak Ambruk, IHSG ke Level 7.186 dan Kurs Rupiah Hampir Sentuh Rp16.000 per Dolar AS

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Siluet pekerja dengan latar belakang layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup ambruk minus 1,11 persen atau kehilangan 80,65 poin ke level 7.186,04 pada perdagangan Selasa (21/5/2024).

Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp 11,6 triliun dari volume 15,37 miliar saham yang diperdagangkan dengan frekuensi 1.197.516 kali.

Sebanyak 211 saham naik, 350 saham terkoreksi, dan 213 saham stagnan.

Baca juga: Kompak Melemah, Nilai Tukar Rupiah Merosot ke Level Rp16.100 per Dolar AS

Mayoritas sektor saham melemah di antaranya sektor keuangan anjlok hingga 1,6 persen, sektor barang konsumsi nonprimer turun 1,4 persen, sektor kesehatan turun 1,1 persen, sektor teknologi dan sektor perindustrian turun 1 persen.

Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut hingga melemah hampir kembali menyentuh level Rp 16.000 per dolar.

Mengutip Bloomberg, Selasa (21/5/2024) nilai tukar rupiah ditutup melemah 21 poin atau 0,13 persen di posisi Rp 15.999 per dolar bila dibandingkan kemarin.

Mata uang berlambang Garuda tak mampu membalikkan tren, di tengah penguatan indeks dollar.

Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menuturkan penguatan greenback didukung oleh lebih banyak komentar dari pejabat Fed bahwa bank sentral masih perlu lebih diyakinkan bahwa inflasi sedang turun.

Suku bunga juga kemungkinan tidak akan berubah untuk sementara.

"Hal ini membuat risalah pertemuan The Fed pada akhir bulan April, yang dijadwalkan pada hari Rabu, menjadi fokus utama, untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut mengenai sikap bank tersebut terhadap suku bunga," ucap Ibrahim dalam catatannya.

Pejabat Federal Reserve belum siap untuk mengatakan bahwa inflasi sedang menuju target bank sentral AS sebesar 2 persen setelah data minggu lalu menunjukkan berkurangnya tekanan harga konsumen pada bulan April, dan beberapa di antaranya pada hari Senin menyerukan kelanjutan kebijakan yang hati-hati.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini