Namun dirinya melihat penguatan dolar AS tak terlalu meyakinkan, lantaran data ekonomi AS beberapa hari terakhir menunjukkan penurunan pada harga yang signifikan menyebabkan penurunan pada imbal hasil obligasi AS, dan menaikkan probabilitas pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
"Saya melihat penguatan dolar AS ini tidak terlalu meyakinkan dan rentan berbalik arah, mengingat data ekonomi AS beberapa hari terakhir menunjukkan penurunan pada harga menyebabkan penurunan pada imbal hasil obligasi AS," papar Lukman kepada Tribunnews, Minggu (16/6/2024).
"Rupiah diperkirakan akan berkisar Rp16.350 hingga Rp16.550 pada minggu depan," pungkasnya.
Baca tanpa iklan