News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Presiden Prabowo Berikan Tugas Ini ke LKPP untuk Jalankan Program Makan Bergizi Gratis.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekretaris Utama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Iwan Herniwan saat diskusi bersama media di Jakarta, Senin (4/11/2024).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Utama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Iwan Herniwan mengatakan, LKPP mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk turut menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.

LKPP diminta memberikan pendampingan penyusunan petunjuk teknis tata kelola pengadaan pada Program Makan Bergizi Gratis. Selain itu, juga diminta untuk memberikan advokasi soal pengadaan.

"Juga termasuk kolaborasi pengembangan kompetensi pengadaan barang atau jasa kepada pegawai Badan Gizi Nasional dan kementerian/lembaga terkait," ujar Iwan saat berbincang dengan media di Jakarta, Senin (4/11/2024).

LKPP juga diminta memberikan coaching clinic atau pelatihan kepada Badan Usaha Milik Desa bersama sebagai penyedia katalog.

"Lalu, alokasi anggaran khusus untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis," tutur Iwan.

Saat ini, kata Iwan, fokus LKPPP meningkatkan kompetensi SDM terutama soal pengadaan kepada kementerian atau lembaga terkait.

Pelatihan-pelatihan sudah dilakukan, dan diberikan sertifikasi. Menurutnya, hal itu termasuk dari pencegahan korupsi di kemudian hari.

"Kita ingin mencegah, tidak hanya mengurangi, tapi sekarang ingin mencegah sedemikian rupa sehingga tidak ada korupsi. Tidak hanya tidak ada korupsi, tapi juga bagaimana bisa mengantisipasi sejak awal," terang Iwan.

Baca juga: Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di 80 Lokasi, Tahap Awal Sasar 15 - 20 Juta Anak

Iwan menjelaskan, salah satu solusi untuk pencegahan korupsi, yakni digitalisasi pengadaan. Sehingga, negosiasi yang terjadi akan masuk ke dalam sistem termasuk perubahaan harga.

"Transparansi semacam ini, menghindari terjadinya penyimpangan," imbuh Iwan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini