Selain itu Hendra, pemilik warung sembako di Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, menyebut per 5 Februari penyaluran gas melon dari pangkalan ke pengecer lancar, termasuk ke warung sembakonya.
"Kemarin sempat sepi, tapi sejak keputusan presiden warung boleh jualan gas lagi, sudah kembali ramai lagi. Sekarang lancar lagi stok dari pangkalan," katanya.
Dirinya setuju jika pengecer diubah statusnya menjadi sub pangkalan, agar tetap bisa berjualan gas melon.
Pasalnya, warga akan disulitkan jika harus membeli ke pangkalan yang jumlahnya lebih sedikit dan berjarak jauh dari rumah masyarakat.
"Karena, nggak semua orang aksesnya bisa ke pangkalan, di warung lebih mudah untuk menjangkau orang-orang yang mau beli gas," tambahnya.
Baca tanpa iklan