News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pertumbuhan Ekonomi

Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2025 dari BPS Tuai Polemik, Ini Kata Ekonom Prasasti

Penulis: Sanusi
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERTUMBUHAN EKONOMI RI - Direktur Riset Prasasti Piter Abdullah Redjalam. Ia menyebut kepercayaan perlu dibangun dengan sikap transparan, termasuk menjelaskan metodologinya.

Piter memberi contoh lainnya adalah fenomena Rojali (rombongan jarang beli) dan Rohana (rombongan hanya nanya) di pusat perbelanjaan. Sejumlah mall ramai sekali, tetapi pengelola toko mengeluh angka penjualan turun. Lalu, kita berasumsi konsumsi dan daya beli masyarakat melemah. Kesimpulan ini terlalu dini karena kita lupa bahwa cara belanja masyarakat kita sudah berubah yang semakin kesini semakin sering berbelanja online karena alasan kepraktisan dan harga lebih murah.

“Artinya, daya beli itu ada tapi cara belanjanya sudah berubah,” katanya.

Meski demikian, Piter menegaskan, penggunaan data penjualan semen, rumah, kendaraan bermotor dalam memahami fenomena ekonomi akan tetap penting, tapi bukan lagi prioritas dan mesti disandingkan dengan data data lain yang lebih relevan.

“Agar data yang disampaikan menjadi lebih kredibel dan diskursus publik soal cara membaca pertumbuhan ekonomi menjadi lebih bermakna, maka inisiatif BPS untuk bertemu banyak kalangan dan para pemangku kepentingan adalah sesuatu yang baik. Kepercayaan perlu dibangun dengan sikap transparan, termasuk menjelaskan metodologinya,” tutup Piter.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini