News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Limbah Padat Sisa Pembakaran Batu Bara PLTU Dimanfaatkan sebagai Material Konstruksi

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEMANFAATAN LIMBAH - Pemanfaatan FABA merupakan bentuk nyata kontribusi PLN dalam menghadirkan energi berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah sosial dan ekonomi

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PLN Indonesia Power mendorong ekonomi sirkular sekaligus memberdayakan masyarakat.

Hal ini diwujudkan melalui penyerahan bantuan sarana berbahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) untuk mendukung program kemandirian warga binaan di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

FABA yaitu limbah padat sisa pembakaran batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang kini tidak lagi digolongkan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan dimanfaatkan sebagai material konstruksi untuk berbagai proyek infrastruktur.

Baca juga: PLN Hadirkan Promo KALCER: Diskon Tambah Daya 50 Persen di Hari Pelanggan Nasional 2025

Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan bersama pemerintah yang meliputi penyerahan alat pertanian dari Kementerian Pertanian, penanaman pohon kelapa secara simbolis, serta peninjauan langsung Balai Latihan Kerja (BLK) dan program ketahanan pangan.

"Bantuan ini sangat bermanfaat untuk membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan, sekaligus membangun kemandirian ekonomi di lingkungan Lapas Nusakambangan," tegas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto,  dikutip Sabtu (13/9/2025).

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo, turut menekankan  pemanfaatan FABA merupakan bentuk nyata kontribusi PLN dalam menghadirkan energi berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah sosial dan ekonomi.

Baca juga: Biomassa Jadi Pilar Transisi Energi, Aspebindo dan PLN EPI Perkuat Kolaborasi

"Lewat pemanfaatan FABA, kami tidak hanya menghadirkan energi yang andal, tetapi juga membuka jalan bagi pemberdayaan ekonomi dan sosial, khususnya bagi warga binaan Nusakambangan," ungkap Darmawan.

Dalam kesempatan itu, PLN Indonesia Power menyalurkan dukungan berupa ribuan paving block dan batako hasil olahan FABA, ratusan ton FABA siap pakai, serta dua unit mesin pengolahan FABA untuk memperkuat pelatihan kerja bagi warga binaan.

Total bantuan yang diberikan meliputi 41.500 paving block, 8.200 batako, 846 ton FABA, dan 2 mesin pengolahan FABA.

Program “Nusakambangan Berdaya” yang dijalankan PLN Indonesia Power bersama Lapas Nusakambangan, telah menghasilkan 142 tenaga kerja, 30 warga binaan terampil, produksi 2 juta paving block per tahun, 1 juta batako per tahun, potensi omzet Rp5,4 miliar per tahun, serta penurunan emisi hingga 748 ton CO₂e per tahun.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini