News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Merger Pelita Air-Garuda Ditolak DPR, Apa Respons Danantara?

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MERGER PELITA GARUDA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria ketika ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). Ia buka suara mengenai penolakan Komisi VI DPR RI terhadap merger Pelita Air dan Garuda Indonesia. Dok: Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria buka suara mengenai penolakan Komisi VI DPR RI terhadap merger Pelita Air dan Garuda Indonesia.

Dony tidak memandang itu sebagai penolakan. Ia justru melihatnya sebagai bentuk kasih sayang Komisi VI DPR RI terhadap maskapai penerbangan yang berada di bawah Danantara.

"Saya rasa bukan penolakan, tetapi kita menghargai. Pasti mereka sayang sama airlines-airlines (maskapai) kita," katanya ketika ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025).

Baca juga: Perusahaan Belanda Ekspansi ke RI, Bisnisnya Jembatani Perusahaan yang Merger dan Akuisisi

Dony menilai penolakan yang dilontarkan itu sebagai pengingat dari para anggota Komisi VI DPR RI.

Ia paham bahwa sebenarnya para anggota Komisi VI DPR RI tak ingin Pelita Air menjadi jelek dengan adanya merger ini.

"Ini suatu warning (peringatan) buat kita. Jadi, jangan selalu dilihat [sebagai] penolakan," ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Plt Menteri BUMN itu memastikan masukan dari Komisi VI DPR RI akan dijadikan sebagai catatan oleh Danantara.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan anak usahanya di sektor penerbangan, Pelita Air, akan digabung dengan Garuda Indonesia.

Keputusan tersebut diambil karena Pertamina ingin lebih fokus pada bisnis inti mereka di bidang minyak dan gas serta energi terbarukan.

"Pertamina akan lebih fokus kepada core bisnis Pertamina pada bidang oil and gas dan renewable energy," katanya saat rapat bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Pelita Air akan di-spin off dan digabung dengan perusahaan lainnya yang sejenis.

"Dengan demikian, untuk beberapa usaha kami akan spin off dan tentunya mungkin akan di bawah koordinasi dari Danantara akan kita gabungkan clustering dengan perusahaan-perusahaan sejenis," ujar Simon.

"Sebagai contoh, untuk airline kami sedang penjajakan awal untuk penggabungan dengan Garuda Indonesia," sambungnya.

Rencana ini pun menuai penolakan dari anggota Komisi VI DPR RI, salah satunya dari Fraksi PAN, yaitu Abdul Hakim Bafagih.

Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Pertamina, Hakim menilai Pelita Air tengah menunjukkan kinerja positif dan tidak selayaknya dilebur dengan Garuda yang masih menghadapi persoalan keuangan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini