News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Soceng Mengintai Kita, Kenali Jenis-jenisnya Agar Terhindar dari Kerugian Finansial

Penulis: Matheus Elmerio Manalu
Editor: Vincentius Haru Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MODUS PENIPUAN SOCENG - Salah satu modus pelaku penipuan adalah social engineering atau biasa disebut soceng. Maka itu, penting bagi nasabah mengenali jenis-jenis serangan soceng agar lebih waspada dan terhindar dari kerugian.

TRIBUNNEWS.COM - Kejahatan siber masih merajalela dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Salah satu modus pelaku penipuan adalah social engineering atau biasa disebut soceng. 

Seperti kebanyakan pelaku penipuan, pelaku soceng bertujuan merampas uang di rekening seseorang dengan menggunakan berbagai modus. 

Mengutip kaspersky.com, soceng adalah sebuah teknik manipulasi yang memanfaatkan kesalahan manusia untuk mendapatkan akses pada informasi pribadi atau data-data berharga. 

Pada umumnya, soceng memiliki dua tujuan seperti menyabotase dan mencuri. Karena penipuan jenis ini didasarkan pada manipulasi psikologis, strategi serangan akan dibangun berdasarkan cara korban berpikir dan bertindak. 

Sepanjang November 2024–Mei 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Indonesia Anti-Scam Center (IASC) menerima 135.397 laporan kasus penipuan digital di sektor keuangan. Adapun, total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp2,6 triliun.

Mengenal jenis-jenis serangan soceng 

Maraknya soceng ini perlu menjadi perhatian khusus dari pemerintah, pihak perbankan dan juga nasabah sebagai calon korban. 

Maka itu, penting bagi nasabah mengenali jenis-jenis serangan soceng agar lebih waspada dan terhindar dari kerugian. Berikut empat jenis serangan soceng yang biasa terjadi; 

  1. Phishing

    Penipu biasanya akan berpura-pura menjadi lembaga atau individu terpercaya, yang membujuk korban agar mengklik sebuah link yang direkayasa, sehingga jika diklik data-data pribadi korban akan terekspos.

    Serangan jenis ini sering dilakukan melalui email atau nomor WhatsApp yang resmi, di mana pelaku mengaku sebagai orang bank. Isi dari email atau pesan tersebut berisi tautan ke situs palsu yang dapat menyedot informasi login dan data pribadi lainnya. 
  2. Vishing

    Vishing merupakan singkatan dari voice phishing, bentuk serangan di mana pelaku menggunakan panggilan telepon atau pesan suara untuk menipu individu agar memberikan informasi sensitif, seperti nomor kartu kredit atau kartu debit, kode OTP hingga kata sandi.

    Dalam penjelasannya, Cisco mengatakan pelaku vishing menggunakan nomor telepon palsu atau teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP) agar panggilan tampak berasal dari sumber yang sah. Tujuan utamanya adalah meyakinkan korban mengungkapkan informasi pribadi yang bisa digunakan untuk kegiatan kriminal, penipuan identitas atau pencurian finansial.
  3. Smishing

    Kemudian ada serangan bernama smishing, singkatan dari SMS Phishing, yang mana pelaku menggunakan pesan teks atau SMS dan menipu seseorang agar memberikan informasi sensitif, seperti kata sandi, nomor kartu kredit atau data sensitif lainnya.

    Pelaku kejahatan biasanya menyamar sebagai pihak bank atau entitas terpercaya, agar korban yakin menyerahkan informasi pribadi atau sekadar klik link berbahaya yang dibagikan lewat SMS atau pesan teks, dengan iming-iming hadiah palsu. 
  4. Pretexting

    Masih menjadi salah satu jenis serangan soceng, pretexting juga tidak kalah meyakinkan calon korban. Dengan metode ini, pelaku biasanya berpura-pura menjadi petugas bank yang menelepon untuk memverifikasi aktivitas mencurigakan.

    Melalui metode ini, korban akan panik karena adanya aktivitas mencurigakan pada rekening mereka sehingga dengan mudah memberikan data sensitif atau melakukan tindakan sesuai yang diinstruksikan oleh pelaku. 

Tips mencegah terkena jebakan soceng 

Keempat modus penipuan di atas umum digunakan oleh pelaku soceng untuk memanipulasi psikologis korban dan mencuri data sebanyak-banyaknya.

Namun, setelah memahami jenis-jenis serangan tersebut, Anda bisa lebih siap mencegah kerugian finansial besar. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Waspada terhadap tawaran mencurigakan yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
  • Jangan pernah memberikan data pribadi seperti kata sandi, PIN, email, kode OTP, atau informasi sensitif lainnya kepada siapa pun.
  • Ganti password secara berkala, dan hindari menggunakan PIN atau kata sandi yang sama di berbagai akun.
  • Jika menerima pesan teks berisi tautan mencurigakan atau diminta mengunduh aplikasi tertentu, segera cek keaslian informasi tersebut melalui layanan resmi bank Anda.

Dengan langkah-langkah di atas, Anda tidak hanya melindungi diri dari serangan soceng, tapi juga membantu pihak bank dalam mencegah aksi kejahatan siber yang merugikan banyak pihak.

BRImo hadirkan sistem perlindungan berlapis

Sebagai komitmen untuk selalu melindungi dan menjaga kenyamanan nasabah, BRI melalui aplikasi mobile banking BRImo menghadirkan sistem perlindungan berlapis untuk menjaga data dan transaksi nasabah:

  • Enkripsi data: Memastikan data terenkripsi sejak keluar dari perangkat hingga masuk ke server
  • Autentikasi ganda (Two-Factor Authentication/2FA) dan verifikasi nomor seluler membantu memastikan bahwa akses hanya dilakukan oleh pengguna sah
  • e-KYC dengan face recognition & liveness check, membuat proses otentikasi makin terjaga
  • Server dan Data Center yang andal, didukung oleh Security Operation Center (SOC) yang memantau potensi ancaman siber
  • Fitur Safety Mode saat ganti device, yang membatasi transaksi sementara sebagai langkah pencegahan
  • Deteksi dan pencegahan transaksi fraud berbasis AI dan sistem yang terus dikembangkan
  • Notifikasi keamanan BRImo juga muncul untuk mencegah adanya malware yang menimpa layar asli, atau disebut overlay. 

Dalam upaya perlindungan diri dari soceng, BRI mengimbau nasabah untuk tidak membagikan informasi pribadi seperti OTP dan PIN kepada siapa pun.

Cegah mengklik tautan atau mengundah aplikasi dari sumber tidak resmi. Hindari pula melakukan transaksi melalui BRImo saat melakukan hubungan telepon untuk mencegah terjadinya voice phishing. 

Baca juga: Lindungi Data Pribadi, Ketahui Cara Kerja Social Engineering dan Tips Menghindarinya

Keamanan perbankan digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kesadaran pengguna dalam menjaga kerahasiaan datanya. Jangan mudah percaya dan selalu waspada.

Jika menemukan informasi yang mencurigakan, kamu bisa melakukan konfirmasi melalui channel resmi BRI: 

  • Instagram BRI: bankbri_id
  • TikTok BRI: @bankbri_id
  • Facebook BRI: BANK BRI
  • X BRI: @BANK_BRI
  • Youtube BRI: BANK BRI
  • Threads BRI: bankbri_id
  • Contact Center BRI: 1500017
  • Chat WhatsApp Sabrina: 08121214017
  • Layanan Pusat Bantuan BRImo
  • Layanan Contact BRI Bebas Pulsa di BRImo

Baca juga: Lindungi M-Banking dari Teknik Penipuan Manipulatif, Ini Cara Kerja dan Tips Menghindarinya!

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini