TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kilang Dumai milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) di Riau, sudah dua kali mengalami kebakaran.
Pertama, kebakaran terjadi pada 2023 dan menyebabkan sembilan pekerja terluka.
Kedua, pada Rabu (1/10/2025) malam, terjadi ledakan dan menyebabkan kebakaran pada kilang tersebut.
"Mohon bantuan doa dari masyarakat, agar kejadian ini dapat segera kami tangani dengan baik," kata Area Manager Communication Relation & CSR Kilang Dumai, Agustiawan.
Ia menyampaikan, Tim Pemadam di Kilang Dumai sedang fokus pada penanganan kejadian di salah satu unit di kilang.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kilang Dumai Pertamina Kebakaran
Penanganan ini dilakukan secara cepat agar tidak meluas ke area lainnya.
"Penyebab kejadian belum diketahui, dan tim masih fokus pada upaya penanganan kejadian," ujar Agustiawan.
Mengutip lama KPI,, Kilang Dumai merupakan kilang pengolahan minyak terbesar ketiga di Indonesia dengan tingkat kompleksitas/NCI 7.5.
Kilang ini memiliki kapasitas total sebesar 170 MBPOD dengan output produk yaitu Solar, Avtur, Pertalite, Pertadex, MFO-LS, LSFO, UCO, NBF, Smooth Fluid, LPG dan Green Coke.
Kilang Dumai bernilai sangat strategis dan berperan penting, karena turut berkontribusi memasok 16 persen kebutuhan energi nasional, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan sebagian wilayah Kalimantan.
Ledakan Pertama di Kilang Dumai
Kilang Dumai pertama kali mengalami insiden kebakaran pada Sabtu (1/4/2023) malam, saat itu terjadi ledakan di area gas compressor.
Area Manager Comm Rel & CSR Kilang Dumai Agustiawan mengatakan kejadian telah dapat dikendalikan sekitar pukul 22.54 WIB.
"Saat ini operasional kilang di unit terdampak dihentikan sementara untuk memastikan keamanan di lokasi. Sementara unit lain tetap beroperasi normal," katanya dalam keterangan resmi, Minggu (2/4/2023).
Bikin Warga Takut
Baca tanpa iklan