News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Industri Pertambangan Tingkatkan Ekonomi, Pengamat Sorot Program Pemberdayaan Masyarakat

Penulis: Sanusi
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

INDUSTRI PERTAMBANGAN - Berdasarkan data BPS Halmahera Selatan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Halmahera Selatan terlihat meningkat dengan drastis setelah adanya aktivitas hilirisasi nikel sejak tahun 2016 yakni mencapai 54,59 persen berasal dari industri pengolahan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri Pertambangan Tanah Air membawa berkah bagi daerah sekitar dan menggerakan ekonomi masyarakat.

Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara yang paling tinggi diantara daerah lain karena adanya aktivitas hilirisasi mineral.

Baca juga: Pendapat Analis Tentang Prospek Pergerakan Saham Industri Pertambangan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Maluku Utara pada Triwulan II 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 32,09 persen.

 

Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan dengan Triwulan yang sama tahun 2024 atau secara year on year (y-o-y) yang tumbuh 10,76 persen.

Baca juga: Bahlil: Aturan Boleh Kelola Tambang di Daerah Tidak Berlaku untuk Koperasi dari Jakarta

Community Affairs General Manager Harita Nickel Dindin Makinudin mengatakan berdasarkan data BPS Halmahera Selatan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Halmahera Selatan terlihat meningkat dengan drastis setelah adanya aktivitas hilirisasi nikel sejak tahun 2016 yakni mencapai 54,59 persen berasal dari industri pengolahan.

“Pertumbuhan ekonomi stabil tumbuh. Industri pengolahan sangat dominan mendorong perekonomian lokal artinya hilirisasi sukses memantik pertumbuhan ekonomi di Halmahera Selatan,” ungkap Dindin.

Dindin menyatakan dengan jumlah karyawan yang banyak di Pulau Obi ada kebutuhan logistik yang besar. Misalnya saja beras mencapai 20-ribuan sak beras per bulan. Kemudian ayam potong 22 ribu kg, ada juga ikan dan sebagainya.

“Artinya ini membuka peluang usaha. Kami bukakan peluang usaha tidak hanya peluang kerja. Lalu peluang kerja kami berdayakan pengusaha lokal,” jelas Dindin, Selasa (14/10/2025).

Dampak ekonomi yang sudah dihasilkan perusahaan mencapai 729 lapangan kerja dari program-program CSR dengan pendapatan terekam setiap bulan mencapai miliaran rupiah. “Per bulan sekitar Rp14 miliar untuk perputaran di lokal,” ujar Dindin.

Pengamat Community Involvement and Development (CID) Universitas Padjadjaran Risna Resnawaty mengungkapkan Harita Nickel telah melakukan beberapa Inovasi pada bidang peningkatan pendapatan riil masyarakat dan kemandirian ekonomi. Sehingga ekonomi di sana bertumbuh.

Tetapi memang, dapat dikatakan ideal, jika pengembangan tersebut memenuhi beberapa indikator, antara lain kelengkapan dokumen social mapping dan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM), terdapat RKAT pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) yang disusun secara terintegrasi satu sama lain untuk tujuan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Tetapi Risna menyoroti program Harita Nickel, Dia mengatakan bahwa program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) Harita Nickel yang cukup terkenal adalah program peningkatan UMKM makanan daerah katering, dan tanaman organik.

Program ini cukup berhasil karena beberapa kelompok telah mendapatkan peningkatan pendapatan yang cukup signifikan. “Namun sesuai dengan tujuan dari PPM yaitu kemandirian dan sustainability perlu direncanakan exit strategi yang tepat, sehingga masyarakat tidak lagi tergantung pada perusahaan,” ungkap Risna kepada media, Selasa (14/10).

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini