News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengamat: Harga Emas Antam Naik Bukan karena Penimbunan, Ini Faktor Pemicunya

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

EMAS ANTAM - Pegawai menunjukkan emas Antam yang dijual di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (Antam), Medan, Sumatera Utara. Harga emas Antam ukuran 1 gram kini dibanderol Rp 2.407.000 atau naik Rp 24.000 dari sehari sebelumnya.

 

Ringkasan Berita:

  • Harga emas Antam terus menunjukkan tren kenaikan tinggi dalam beberapa bulan terakhir.
  • Kenaikan emas dipicu oleh banyak faktor eksternal, bukan oleh aksi timbun stok emas oleh Antam.
  • Harga emas Antam selalu mengikuti pergerakan harga emas global (spot gold)

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Investasi Ariston Tjendra mengatakan kenaikan harga emas yang sangat signifikan terjadi belakangan ini tidak ada kaitannya dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), tapi sebagai dampak  pergerakan harga emas internasional.

Selain itu, juga dipicu oleh kenaikan pembelian emas oleh Bank Sentral Global yang menjadi motornya.

Situasi ini diperkuat oleh berita tentang perang tarif antara Amerika Serikat dan China, serta pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS, The Fed. 

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini, 16 Oktober 2025: Tembus Rp2.407.000 per Gram

Faktor-faktor tersebut menurutnya, turut menjadi katalisator kenaikan harga emas.

"Yang jelas harga emas naik bukan karena Antam menimbun barang," kata dia dikutip Kamis, 16 Oktober 2025.

Terpisah, pengamat ekonomi Algooth Putranto menilai tudingan bahwa Antam menimbun emas tidak memiliki dasar yang kuat.

Hal ini karena harga emas Antam selalu mengikuti pergerakan harga emas global (spot gold) yang transparan dan dapat diakses oleh publik.

Senada dengan Ariston, penyesuaian harga emas Antam dilakukan secara rutin mengikuti perubahan harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

“Harga emas Antam tidak bisa ditentukan sepihak karena acuannya adalah harga emas internasional. Jika harga dunia naik, harga Antam naik; jika turun, harga Antam pun turun. Jadi tuduhan bahwa Antam menimbun emas untuk mengerek harga tidak logis secara ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa harga emas global saat ini berada pada tren tinggi akibat ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan beberapa mata uang utama.

Dalam kondisi tersebut, banyak investor individu beralih ke emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), sehingga permintaan meningkat tajam.

“Permintaan melonjak, tapi pasokan logam mulia di dalam negeri relatif terbatas. Antam justru berperan menjaga keseimbangan pasokan agar distribusi merata, bukan menimbun,” tambahnya.

Lebih lanjut, Algooth menyebutkan bahwa Antam merupakan satu-satunya produsen emas batangan di Indonesia yang tersertifikasi Good Delivery List dari London Bullion Market Association (LBMA), sehingga seluruh proses produksi dan penetapan harga mengikuti standar internasional yang ketat dan diaudit secara berkala.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini