TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah konkret untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Sejumlah kebijakan strategis tengah difokuskan untuk memastikan target penciptaan 19 juta lapangan kerja dapat tercapai. Dalam menumbuhkan lapangan kerja, Pemerintah menempatkan investasi sebagai motor utama.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan, sekitar 82 persen perekonomian nasional ditopang oleh investasi dan konsumsi domestik.
Baca juga: Penempatan Dana Rp200 Triliun di Bank Perlu Didukung Kebijakan Moneter dan Deregulasi di Sektor Riil
Oleh karenanya, Pemerintah melakukan langkah deregulasi melalui penerapan Peraturan Pemerintah (PP) 25 dan PP 28 untuk mempercepat penyelesaian hambatan investasi di lapangan.
"Jadi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi maupun untuk menciptakan lapangan pekerjaan (itu) investasi. Makanya tadi deregulasi itu yang kita akan commit lakukan," kata Ferry dalam acara Forum Diskusi Capaian Satu Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih di Bidang Perekonomian, di Gambir, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).
Selain investasi, pemerintah juga memberi perhatian pada sektor industri yang dinilai memiliki daya serap tinggi terhadap tenaga kerja.
Di mana melalui penguatan industri padat karya, Ferry menyebut pemerintah berharap penciptaan lapangan kerja bisa tumbuh seiring dengan peningkatan produktivitas sektor manufaktur nasional.
Sektor pariwisata menjadi pilar lain dalam strategi perluasan lapangan kerja. Dalam hal ini pemerintah memberikan sejumlah insentif pada kuartal pertama dan keempat tahun ini untuk menjaga momentum pemulihan pariwisata.
Baca juga: Serikat Pekerja Minta Pemerintah Deregulasi PP 28/2024, Khawatir Terjadinya PHK Massal
Pariwisata menjadi fokus lantaran sektor ini akan membentuk ekosistem meliputi transportasi, akomodasi, hingga kuliner yang diharapkan dapat menggerakkan ekonomi domestik sekaligus menyerap banyak tenaga kerja.
"Sehingga memang ini yang kita harapkan juga ke depan jadi backbone kita dari sektor pariwisata. Makanya tadi di dalam stimulus kita, itu yang kita gerakkan. Ada wisatawan, mobilitas penduduk itu yang kita harapkan, itu memutar ekonomi, kemudian tadi membuat lapangan pekerjaan," jelasnya.
Di sisi lain, sektor pertanian juga tetap menjadi perhatian utama pemerintah sebagai salah satu tulang punggung penciptaan lapangan kerja.
Pemerintah memperbaiki skema subsidi pupuk, menjalankan program kredit usaha alat dan mesin pertanian (alsintan), serta meningkatkan daya serap gabah dengan harga yang lebih baik.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memperluas lapangan kerja di sektor pertanian.
Selanjutnya, ada program Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga menjadi bagian penting dari strategi penciptaan lapangan kerja. Tercatat rata-rata 4,5 juta debitur aktif, setiap penerima KUR diperkirakan mampu menyerap hingga tiga tenaga kerja tambahan.
"Jadi kalau kita jagain di kredit, bisa diberikan ke 4,5 debitur KUR, at least 12 juta (tenaga kerja) ini bisa diserap," imbuhnya.
Baca tanpa iklan