News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Operasi Pasar Dilakukan hingga Februari 2026, Beras SPHP Tersedia bagi Masyarakat Luas

Penulis: Erik S
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERAS - Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Badan Pangan Nasional (Kepala Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP) beras melalui Perum Bulog akan terus digencarkan.

 

Ringkasan Berita:

  • Masih ada 1 juta ton lebih stok beras.
  • Beras SPHP dibanderol pemerintah dengan harga di bawah HET.
  • GPM mempunyai peran penting sebagai salah satu instrumen stabilisasi harga pangan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Badan Pangan Nasional (Kepala Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP) beras melalui Perum Bulog akan terus digencarkan.

Menurut Amran, kontinuitas operasi pasar sangat memungkinkan karena alokasi program SPHP beras untuk sisa tahun ini masih ada 1 juta ton lebih.

"Alokasi stok kita masih ada 1 juta lebih untuk SPHP beras operasi pasar. Ini operasi pasar sampai Januari, Februari 2026. Yang penting, sekarang kita operasi pasar terus," ucap Amran saat konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta pada Senin (20/20/2025).

Baca juga: Berani Jual Beras dengan Harga Mahal, Amran Bakal Cabut Izin Distributor hingga Penjual

Dalam laporan realisasi penjualan beras SPHP, per 19 Oktober dari total target setahun 1,5 juta ton, hampir 500 ribu ton atau 492,9 ribu ton telah tersampaikan ke masyarakat.

Beras SPHP dibanderol pemerintah dengan harga yang di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium.

Masyarakat pun saat ini sudah lebih mudah menjumpai beras SPHP, baik di pasar tradisional maupun ritel modern. Realisasi penjualan beras SPHP secara mitra saluran melalui pasar tradisional tercatat mencapai 51,8 ribu ton. Sementara melalui ritel modern 17,3 ribu ton.

Lebih lanjut, Andi Amran Sulaiman menuturkan adanya HET yang ditetapkan pemerintah itu demi menjaga keseimbangan mulai dari produsen sampai konsumen. Selain HET, ada pula Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen dan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen.

"Harga eceran tertinggi itu tujuannya adalah menjaga peternak petani untung, konsumen juga tersenyum. Dua-dua ini kita jaga. Ingat 2 bulan lalu harganya 18 ribu rupiah per kilo ayam, tapi pasokan aman. Ayam, telur, bawang merah, itu kita sudah ekspor. Insya Allah beras, jagung tinggal kedelai nanti ke depannya," kata Mentan Amran.

GPM Tembus 10 Ribu Kali, Pemerintah Konsisten Jaga Inflasi Pangan

Bentuk operasi pasar lainnya selain program SPHP beras adalah melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Dalam pelaksanaannya, mulai Januari sampai 17 Oktober di tahun 2025 ini tercatat telah mencapai 10.212 kali. GPM tersebut dimasifkan pada 37 provinsi dan 375 kabupaten/kota dan akan terus meningkat sampai Desember nanti.

GPM mempunyai peran penting sebagai salah satu instrumen stabilisasi harga pangan yang dilaksanakan oleh pemerintah secara kolaboratif. GPM merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah bagi masyarakat Indonesia.

Melalui penyebaran operasi pasar dalam bentuk program GPM, pemerintah ingin terus mendekat ke masyarakat. Aksesibilitas terhadap pangan pokok yang berkualitas dengan harga terjangkau perlu terus dimasifkan. GPM ini dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah, BUMN, BUMD hingga asosiasi petani dan pelaku usaha pangan. 

Untuk diketahui, realisasi GPM di tahun 2024 berada di angka 9.547 kali. Jika dibandingkan pada realisasi GPM tahun 2025 ini, maka ada peningkatan 665 kali terlaksana terhadap capaian GPM yang sampai tengah Oktober 2025 telah berada di 10.212 kali.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini