TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Emiten industri kesehatan PT Bundamedik Tbk (Bundamedik Healthcare System/BHMS) membukukan kenaikan pendapatan sebesar Rp397 miliar atau naik 5 persen secara kuartalan di kuartal III 2025.
Sementara laba bersih perseroan melonjak 950 persen secara kuartalan menjadi Rp13,6 miliar.
Kinerja profit turut diperkuat oleh perbaikan margin EBITDA yang naik dari 13 persen pada Kuartal II 2025 menjadi 17 persen di periode berjalan.
Perusahaan menilai capaian ini merupakan hasil penguatan sinergi lintas entitas layanan seperti RS Bunda Group, Morula IVF Indonesia, dan Diagnos Laboratorium, serta strategi peningkatan utilisasi aset rumah sakit.
Optimasi Aset Eksisting
Sejak awal 2025, BMHS menjalankan strategi untuk memaksimalkan aset medis yang telah dimiliki melalui optimalisasi ruang layanan dan peningkatan efisiensi operasional. Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas tempat tidur dari 600 unit menjadi 1.000 unit hingga 2026–2027.
Ekspansi akan difokuskan pada lima rumah sakit di jaringan RS Bunda Group, dengan menitikberatkan peningkatan produktivitas aset alih-alih pembangunan baru.
“Dengan memaksimalkan utilisasi aset yang ada serta mendalami subspesialisasi ibu-anak dan prosedur berteknologi tinggi, kami melihat fundamental BMHS semakin kuat,” ujar President Director BMHS, Agus Heru Darjono di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
BMHS memperkuat layanan berkompleksitas tinggi sebagai mesin pertumbuhan baru, termasuk transplantasi ginjal dan bedah robotik.
Agustus lalu, RSU Bunda Jakarta jadi rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang berhasil melakukan robotic skin sparing mastectomy, operasi kanker payudara yang mempertahankan struktur anatomi payudara pasien untuk estetika terbaik.
Perusahaan merupakan pionir bedah robotik di Indonesia sejak 2012 dengan total lebih dari 800 prosedur ditopang tim dokter lintas keahlian mulai dari urologi, obgyn, onkologi, THT dan bedah digestif.
Centers of Excellence (CoE) Ibu dan Anak menjadi salah satu penopang utama bisnis BMHS. Di kuartal III 2025, kontribusi layanan ini terhadap pendapatan rumah sakit naik menjadi 51 persen, dibandingkan 48% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Askrindo Cetak Laba Setelah Pajak Rp 687,4 Miliar di Triwulan III 2025
CoE saat ini melibatkan 193 dokter spesialis dan subspesialis di seluruh jaringan RS Bunda Group.
Peningkatan fasilitas juga dilakukan di RSIA Bunda Jakarta melalui perluasan Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Kapasitas kini mencapai 31 tempat tidur dengan tambahan inkubator serta tenaga subspesialis Neonatologi.
Baca tanpa iklan