TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Astra Infra membuka gelaran Astra Infra Sustainability Fest 2025 di Catur Dharma Hall dan Galeri Astra, Menara Astra, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari pada 4-6 Desember 2025 dan mengangkat tema A Force for Climate Action sebagai cerminan semangat keberlanjutan Astra 2030 sekaligus peringatan Hari Difabel Internasional yang jatuh setiap 3 Desember.
Festival yang memasuki tahun penyelenggaraan keduanya ini tidak hanya menyoroti gagasan keberlanjutan, tetapi juga memusatkan panggung pada talenta dan karya insan difabel serta neurodiverse.
Melalui pameran seni, penampilan, instalasi, hingga kompetisi bakat, ajang ini menghadirkan ruang inklusif untuk mendorong penerimaan, pemberdayaan dan integrasi dalam komunitas yang lebih empatik.
Group Chief Operating Officer (COO) Astra Infra Billy Perkasa Kadar mengatakan, penyelenggaraan festival ini sejalan dengan visi kontribusi sosial berkelanjutan perusahaan.
"Tahun ini, Astra Infra Sustainability Fest kembali hadir dengan mengangkat tema A Force for Climate Action. Sejalan dengan tema tersebut sebagai wujud nyata dalam mendukung prinsip keberlanjutan, setiap kehadiran pengunjung, kami akan konversikan menjadi satu pohon tanaman yang akan ditanam di seluruh ruas tol Astra Infra," tutur Billy saat membuka Astra Infra Sustainability Fest 2025, Kamis (4/12/2025).
Billy berharap, ruang apresiasi ini dapat memperluas penerimaan publik terhadap keberagaman, melalui penampilan talenta dan karya insan difabel dan neurodiverse.
"Astra Infra Sustainability Fest menjadi inspirasi akan pentingnya penerimaan dan pemberdayaan serta upaya integrasi difabel dan neurodiverse dalam komunitas yang penuh empati dan harmoni," ungkapnya.
Head of Sustainability Management Astra Infra Beny Priyatna Kusumah menambahkan, penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding 2024.
"Perbedaan Astra Infra Sustainability Fest 2024 itu kita gelar hanya 2 hari, tahun ini kita tambah menjadi 3 hari karena antusiasme besar dari masyarakat yang ingin hadir," jelas Beny.
Beny menyebut tidak ada target khusus terkait jumlah pengunjung, namun berharap minimal 1.000 orang hadir agar semakin banyak pohon tertanam.
"Tahun ini, lebih dari 300 karya seni akan dipamerkan, ditambah penampilan para peserta talent competition seperti menyanyi, menari dan melukis," imbuhnya.
Baca juga: Ketika Jamu dan Minuman Herbal Menghipnotis Festival Kopi di Swiss
Di kegiatan ini perusahaan melibatkan sejumlah komunitas seperti Filoksenia Foundation, Mata Hati Koffie, Sekolah Khusus Aditiya Silih Asih, Sekolah Cita Buana, serta Outsider Art Jakarta untuk penyelenggaraan Astra Infra Sustainability Fest 2025.
Head of Filoksenia Foundation Romina S. Himawan menyampaikan, keberlanjutan merupakan gerakan kolektif yang melibatkan semua pihak, termasuk komunitas difabel dan neurodiverse.
"Sustainability bukan hanya dari company yang besar atau dari teman-teman yang lain, tapi juga teman-teman kita dari teman-teman difabel dan neurodiverse juga memberikan kontribusi terhadap lingkungan," ujar Romina.
Baca juga: Sandrina dan Ligea Guncang Nagoya di Indonesia Japan Friendship Festival 2025
Baca tanpa iklan