News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Strategi Hilirisasi Industri Diyakini Bisa Topang Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

STRATEGI HILIRISASI - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pemerintah menegaskan, target pertumbuhan ekonomi 8 persen hanya dapat dicapai melalui penguatan kapasitas industri nasional secara kolektif.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak dapat bertumpu pada satu kebijakan atau satu institusi semata. Penguatan kapasitas industri nasional, terutama melalui hilirisasi dan pembangunan kapabilitas sumber daya manusia, menjadi kunci untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, target pertumbuhan ekonomi  8 persen hanya dapat dicapai melalui kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam peluncuran dan bedah buku Indonesia Naik Kelas karya Wakil Direktur Utama MIND ID, Danny Amrul Ichdan, yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional dari unsur pemerintah, industri, dan akademisi.

“Dalam perjalanan Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang inklusif dan berkelanjutan, tidak ada satu lembaga atau kebijakan yang bisa berjalan sendiri,” ujar Airlangga dalam sambutannya, Jumat (13/12/2025).

Menurut Airlangga, tanggung jawab untuk membawa Indonesia menjadi negara maju melekat pada seluruh elemen bangsa yang memiliki kepedulian terhadap masa depan ekonomi nasional.

Kontribusi pemikiran strategis, salah satunya melalui buku Indonesia Naik Kelas, dinilai penting dalam memperkaya diskursus pembangunan ekonomi.

Baca juga: Pemerintah Dorong Hilirisasi Produk Perikanan Lewat Pembentukan IPMAPHERI 

Airlangga menilai buku tersebut relevan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Gagasan dan refleksi yang ditawarkan dinilai mampu membantu Indonesia menavigasi berbagai tantangan dalam pembangunan industri nasional.

Salah satu isu utama yang disorot adalah kebijakan hilirisasi, yang telah menjadi agenda strategis pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Airlangga menyebut hilirisasi sebagai jalan bertahap bagi Indonesia untuk meningkatkan posisi dalam rantai nilai global, seiring dengan penguatan kapabilitas industri dalam negeri.

Baca juga: Kerja Sama Internasional Dorong Hilirisasi dan Ekspansi Pasar Nikel

“Salah satu refleksi yang saya dapati adalah hilirisasi yang sudah menjadi kebijakan pemerintah dan dicatat oleh Mas Dany sebagai salah satu pengungkit agar Indonesia bisa naik kelas secara bertahap sesuai kapabilitas industrinya,” ujarnya.

Meski demikian, Airlangga menegaskan bahwa pembangunan industri tidak cukup hanya berfokus pada aspek fisik. Penguatan kemampuan rekayasa dan engineering nasional menjadi fondasi penting agar industrialisasi Indonesia memiliki daya saing jangka panjang.

Ia juga menekankan bahwa industrialisasi yang terintegrasi dengan rantai pasok global harus tetap bersifat inklusif dan memberikan dampak luas bagi perekonomian daerah.

“Industrialisasi tentunya memiliki multiplier effect ke desa, kota kecil, UMKM, terutama di wilayah tempat industri itu berkembang,” katanya.

Airlangga mengapresiasi pengalaman dan pemahaman Danny Amrul Ichdan terhadap ekosistem industri nasional serta rantai pasok global. Ia berharap buku Indonesia Naik Kelas dapat menjadi sumber inspirasi, khususnya bagi generasi muda, untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor industri nasional.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini