Karena itu, fokus kebijakan di sisa tahun harus diarahkan pada intensifikasi berbasis data, percepatan integrasi data lintas instansi, serta merapikan tata kelola restitusi agar tidak menumpuk dan mengganggu pembacaan penerimaan neto.
Di sisi belanja, kualitas dan efisiensi harus tetap terjaga. “APBN kita tidak sedang berada di ‘tubir jurang’; yang dibutuhkan saat ini adalah kepastian arah kebijakan dan kerja teknokratis yang tenang namun terukur," kata Adrian.
Baca tanpa iklan