News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Digitalisasi Jadi Strategi Industri Nasional Hadapi Persaingan Global

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DIGITALISASI INDUSTRI - Aktivitas perakitan AC LG di pabrik LG Elecronics di kawasan Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Oktober 2025. Digitalisasi industri dinilai jadi pondasi penting untuk mendorong produktivitas, efisiensi hingga keberlanjutan sektor manufaktur Indonesia.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrianmengakselerasi transformasi digital sebagai strategi utama memperkuat daya saing dan ketahanan industri nasional di tengah tekanan persaingan global.

Digitalisasi industri dinilai jadi pondasi penting untuk mendorong produktivitas, efisiensi hingga keberlanjutan sektor manufaktur Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penerapan digitalisasi dan Industri 4.0 menjadi kunci dalam membangun sektor manufaktur yang cerdas, adaptif dan mampu bertahan menghadapi dinamika ekonomi global.

"Kesiapan digital akan menjadi stimulus penting bagi dunia usaha untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global," tutur Agus dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).

Optimisme tersebut didukung oleh tingginya tingkat penetrasi digital nasional. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, pemanfaatan sistem informasi berbasis internet telah menjangkau sekitar 229 juta pengguna atau setara 80,66 persen dari total penduduk Indonesia.

Capaian ini menjadi indikator kuat kesiapan Indonesia dalam memasuki era transformasi digital, termasuk di sektor industri manufaktur.

Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) terus mendorong penguatan kompetensi SDM industri, khususnya di bidang teknologi digital dan keamanan siber.

Upaya ini diwujudkan melalui berbagai program pelatihan dan forum kolaboratif yang melibatkan pemerintah dan pelaku industri.

Pada akhir November lalu, BPSDMI berkolaborasi dengan PT Elmecon Multikencana, PT Riasarana Electrindo dan Data Garda menggelar Seminar Kolaborasi PIDI 4.0 bertajuk Essential Backbone for Industrial Efficiency, Connectivity and Cybersecurity di Gedung Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0), Jakarta.

Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas tantangan dan solusi transformasi Industri 4.0 secara praktis.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan, arah transformasi industri saat ini bergerak menuju sistem produksi yang semakin terotomatisasi, terkoneksi dan berbasis data.

"Efisiensi energi, konektivitas sistem dan keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi industri yang ingin bertahan dan berkembang di era digital," jelas Doddy.

Direktur PT Elmecon Multikencana Ridwan Djuhari menyatakan kolaborasi lintas sektor ini menjadi wadah strategis dalam menghadirkan solusi konkret bagi industri nasional.

"Kami mendukung agar kolaborasi seperti ini terus digalakkan, sehingga industri nasional mampu menghadapi persaingan global dan tidak tertinggal dari negara-negara kawasan seperti Vietnam dan Thailand," ucap Ridwan.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini